<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><rss xmlns:atom='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0' version='2.0'><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-7362366219408244219</atom:id><lastBuildDate>Wed, 16 May 2012 06:19:01 +0000</lastBuildDate><title>BIMASHENA</title><description>Buku - Pesta - Cinta dan Karya</description><link>http://www.bimashena.co.cc/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (Aeng sanusi anwar)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>41</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-7362366219408244219.post-368763742118113596</guid><pubDate>Sun, 22 Apr 2012 00:42:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-04-21T21:10:17.861-07:00</atom:updated><title>Diskusi Publik Menggunjing Manusia Setengah Batak</title><description>&lt;style type="text/css"&gt; &lt;!--   @page { margin: 2cm }   P { margin-bottom: 0.21cm }  --&gt;  &lt;/style&gt;  &lt;br /&gt;&lt;div align="JUSTIFY" style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-UlSmHgVErIo/T5NUsB66AGI/AAAAAAAAAKI/wz--UXJkuJM/s1600/IMG00384-20120421-1640.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://4.bp.blogspot.com/-UlSmHgVErIo/T5NUsB66AGI/AAAAAAAAAKI/wz--UXJkuJM/s200/IMG00384-20120421-1640.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Sebuah Diskusi Kebudayaan dengan tema  &lt;b&gt;“Menggunjing Manusia Setengah Batak”&lt;/b&gt; di gelar di Gedung Indonesia Menggugat (Jl. Perintis kemerdekaan No. 5 Bandung). Dikusi ini digelar sebagai penutupan kegiatan pameran tunggal Diro Aritonang yang telah digelar sejak hari Minggu tanggal 15 April 2012 s.d Sabtu 21 April 2012. Pameran ini secara resmi dibuka oleh Walikota Bandung Dada Rosada dan ditutup oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bandung.&lt;/div&gt;&lt;div align="JUSTIFY" style="margin-bottom: 0cm;"&gt;Diskusi yang mebahas dinamika kebudayaan tradisional batak sebagai salah satu identitas masyarakat Sumatera Utara dipandu sangat menarik oleh oleh Ahda Imran dengan empat narasumber yang sangat menginspirasi yaitu Ridwan Kamil, Tisna Sanjaya, Bambang Subarnas dan Diro Aritonang.   &lt;/div&gt;&lt;div align="JUSTIFY" style="margin-bottom: 0cm;"&gt;Diskusi diawali dengan lontaran analisa dari Diro Aritonang yang melihat adanya diskrepsi kebudayaan dalam masyarakat Sumatera Utara akan nilai-nilai tradisi Batak yang hilang dan tergantikan dengan budaya tradisi baru sejak masuknya agama-agama baru ke Sumatera Utara. Banyak sekali upacara adat dan simbol-simbol tradisi batak yang kini hilang dan dilupakan oleh masyarakat Sumatera Utara. Hal itu yang kemudian mendasari lahirnya karya-karya lukis yang bertemakan tradisi Batak yang digelar dalam pameran Manusia Setengah Batak.&lt;br /&gt;Menurut Tisna Sanjaya, pameran lukisan Manusia Setengah Batak yang memamerkan karya-karya lukisan Diro Aritonang merupakan sebuah bentuk kegelisahan terhadap permaslahan pada nilai-nilai tradisi sebagai sebuah identitas kebudayaan kini mulai hilang dan ditinggalkan. Hilangnya identitas kebudayaan tersebut akibat beberapa faktor, diantaranya faktor masuknya agama-agama baru, semakin berkembangnya dunia kapitalis modern yang merusak ruang-ruang kebudyaan di masyarakat dan lemahnya peran pemerintah sebagai sirkulator kebudayaan. Pada kesempatan itu juga Tisna Sanjaya melontarkan pertanyaan kepada para peserta diskusi yang hadir tentang peran dan fungsi kesenian, seniman dan akademisi dalam melawan perubahan yang mengarah pada hilangnya nilai-nilai tradisi sebagai identitas kebudayaan Indonesia.&lt;/div&gt;&lt;div align="JUSTIFY" style="margin-bottom: 0cm;"&gt;Berbeda dengan Tisna Sanjaya, Ridwan Kamil yang juga sebagai salah satu narasumber dalam diskusi tersebut, melihat pameran Manusia Setengah Batak adalah sebuah bentuk kreatifitas kesenian yang tidak terlepas dari kota Bandung sebagai salah satu kota hybrid di Indonesia. Sejak jaman kolonial kota Bandung banyak didatangi oleh para pendatang yang kemudian menetap dan berkeluarga di Bandung. Kondisi tersebut menjadi alasan kuat kenapa bentuk-bentuk kreatifitas yang lahir di Kota Bandung bersifat eksploratif dan heterogen. hal itu dapat dilihat dari gaya arsitektur bangunan tua yang ada di Kota Bandung. Menurut Ridwan Kamil ciri khas masyarakat Kota Bandung adalah masyarakat Kota Bandung terbuka dalam berfikir (&lt;i&gt;Open Society&lt;/i&gt;), masyarakat Kota Bandung dekat dengan teknologi serta&amp;nbsp; memiliki Kekompakan sosial yang cukup tinggi. Ciri khas masyarakat tersebut yang menjadi nilai postif dalam melahirkan ide-ide kreatif di Kota Bandung.&lt;/div&gt;&lt;div align="JUSTIFY" style="margin-bottom: 0cm;"&gt;Persoalan Manusia Setengah Batak adalah sebuah klosal yang pada umumnya dihadapi dalam permasalahan kebudayaan saat ini. Menurut pembicara terakhir Bambang Subarnas kebudayaan dapat diibaratkan sebagai makhluk hidup yang tunduk pada hukum Darwin (&lt;i&gt;Darwinisme&lt;/i&gt;) dimana kebudayaan yang paling kuat yang akan bertahan. Bagaimana kebudayaan-kebudayaan itu dapat hidup, itu dihadapkan pada kekuatan kebudayaan-kebudayaan lainnya. Nilai-nilai tradisi sebagai identitas kebudayaan, hilang akibat tidak mempunyai nilai adaptasi yang cukup dan dirasakan sudah tidak memberikan nilai manfaat. Kebudayaan harus memberikan manfaat dan harus dapat beradaptasi terhadap perubahan. dalam hal itu peran negosiasi kebudayaan menjadi amat penting dalam mempertahankan nilai-nilai tradisi sebagai sebuah identitas kebudayaan. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7362366219408244219-368763742118113596?l=www.bimashena.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.bimashena.co.cc/2012/04/diskusi-publik-menggunjing-manusia.html</link><author>noreply@blogger.com (Aeng sanusi anwar)</author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-UlSmHgVErIo/T5NUsB66AGI/AAAAAAAAAKI/wz--UXJkuJM/s72-c/IMG00384-20120421-1640.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-7362366219408244219.post-677026081715749692</guid><pubDate>Wed, 18 Jan 2012 15:18:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-01-18T07:18:58.766-08:00</atom:updated><title>Seni Teater Tradisional Indonesia</title><description>&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;1. Ubrug&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ubrug" di Pandeglang dikenal sebagai kesenian tradisional rakyat yang  semakin hari semakin dilupakan oleh penggemarnya. Istilah ‘ubrug’  berasal dari bahasa Sunda ‘sagebrugan’ yang berarti campur aduk dalam  satu lokasi.&lt;br /&gt;Kesenian ubrug termasuk teater rakyat yang memadukan unsur lakon, musik,  tari, dan pencak silat. Semua unsur itu dipentaskan secara komedi.  Bahasa yang digunakan dalam pementasan, terkadang penggabungan dari  bahasa Sunda, Jawa, dan Melayu (Betawi). Alat musik yang biasa dimainkan  dalam pemenetasan adalah gendang, kulanter, kempul, gong angkeb, rebab,  kenong, kecrek, dan ketuk. &lt;br /&gt;Selain berkembang di provinsi Banten, kesenian Ubrug pun berkembang  sampai ke Lampung dan Sumatera Selatan yang tentunya dipentaskan  menggunakan bahasa daerah masing-masing.&lt;br /&gt;Teater Ubrug pada awalnya dipentaskan di halaman yang cukup luas dengan tenda daun kelapa atau rubia.&lt;br /&gt;Untuk penerangan digunakan lampu blancong, yaitu lampu minyak tanah yang  bersumbu dua buah dan cukup besar yang diletakkan di tengah arena.  Lampu blancong ini sama dengan oncor dalam ketuk tilu, sama dengan lampu  gembrong atau lampu petromak. Sekitar tahun 1955, ubrug mulai memakai  panggung atau ruangan, baik yang tertutup ataupun terbuka di mana para  penonton dapat menyaksikannya dari segala arah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;2. Lenong&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;"Lenong" adalah seni pertunjukan teater tradisional masyarakat Betawi,  Jakarta. Lenong berasal dari nama salah seorang Saudagar China yang  bernama Lien Ong. Konon, dahulu Lien Ong lah yang sering memanggil dan  menggelar pertunjukan teater yang kini disebut Lenong untuk menghibur  masyarakat dan khususnya dirinya beserta keluarganya. Pada zaman dahulu  (zaman penjajahan), lenong biasa dimainkan oleh masyarakat sebagai  bentuk apresiasi penentangan terhadap tirani penjajah.&lt;br /&gt;Kesenian teatrikal tersebut mungkin merupakan adaptasi oleh masyarakat  Betawi atas kesenian serupa seperti "komedi bangsawan" dan "teater  stambul" yang sudah ada saat itu. Selain itu, Firman Muntaco, seniman  Betawi, menyebutkan bahwa lenong berkembang dari proses teaterisasi  musik gambang kromong dan sebagai tontonan sudah dikenal sejak tahun  1920-an. &lt;br /&gt;Pada mulanya kesenian ini dipertunjukkan dengan mengamen dari kampung ke  kampung. Pertunjukan diadakan di udara terbuka tanpa panggung. Ketika  pertunjukan berlangsung, salah seorang aktor atau aktris mengitari  penonton sambil meminta sumbangan secara sukarela&lt;br /&gt;Terdapat dua jenis lenong yaitu lenong denes dan lenong preman. Dalam  lenong denes (dari kata denes dalam dialek Betawi yang berarti “dinas”  atau “resmi”), aktor dan aktrisnya umumnya mengenakan busana formal dan  kisahnya ber-seting kerajaan atau lingkungan kaum bangsawan, sedangkan  dalam lenong preman busana yang dikenakan tidak ditentukan oleh  sutradara dan umumnya berkisah tentang kehidupan sehari-hari. Selain  itu, kedua jenis lenong ini juga dibedakan dari bahasa yang digunakan;  lenong denes umumnya menggunakan bahasa yang halus (bahasa Melayu  tinggi), sedangkan lenong preman menggunakan bahasa percakapan  sehari-hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; Ludruk&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Ludruk merupakan salah satu kesenian Jawa Timuran yang cukup terkenal,  yakni seni panggung yang umumnya seluruh pemainnya adalah laki-laki.  Ludruk merupakan suatu drama tradisional yang diperagakan oleh sebuah  grup kesenian yang di gelarkan disebuah panggung dengan mengambil cerita  tentang kehidupan rakyat sehari-hari (cerita wong cilik), cerita  perjuangan dan lain sebagainya yang diselingi dengan lawakan dan  diiringi dengan gamelan sebagai musik.&lt;br /&gt;Dialog/monolog dalam ludruk bersifat menghibur dan membuat penontonnya  tertawa, menggunakan bahasa khas Surabaya, meski kadang-kadang ada  bintang tamu dari daerah lain seperti Jombang, Malang, Madura, Madiun  dengan logat yang berbeda. Bahasa lugas yang digunakan pada ludruk,  membuat dia mudah diserap oleh kalangan non intelek (tukang becak,  peronda, sopir angkutan umum, dll).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;4. &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ketoprak&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Ketoprak merupakan teater rakyat yang paling populer, terutama di daerah  Yogyakarta dan daerah Jawa Tengah. Namun di Jawa Timur pun dapat  ditemukan ketoprak. Di daerah-daerah tersebut ketoprak merupakan  kesenian rakyat yang menyatu dalam kehidupan mereka dan mengalahkan  kesenian rakyat lainnya seperti srandul dan emprak.&lt;br /&gt;Kata ‘kethoprak’ berasal dari nama alat yaitu Tiprak. Kata Tiprak ini  bermula dari prak. Karena bunyi tiprak adalah prak, prak, prak. Serat  Pustaka Raja Purwa jilid II tulisan pujangga R. Ng. Rangga Warsita dalam  bukunya Kolfbunning tahun 1923 menyatakan “… Tetabuhan ingkang nama  kethoprak tegesipun kothekan”&lt;br /&gt;ini berarti kethoprak berasal dari bunyi prak, walaupun awalnya bermula dari alat bernama tiprak.&lt;br /&gt;Kethoprak juga berasal dari kothekan atau gejogan. Alat bunyi-bunyian  yang berupa lesung oleh pencipta kethoprak ditambah kendang dan  seruling.&lt;br /&gt;Ketoprak merupakan salah satu bentuk teater rakyat yang sangat  memperhatikan bahasa yang digunakan. Bahasa sangat memperoleh perhatian,  meskipun yang digunakan bahasa Jawa, namun harus diperhitungkan masalah  unggahungguh bahasa. Dalam bahasa Jawa terdapat tingkat-tingkat bahasa  yang digunakan, yaitu:&lt;br /&gt;- Bahasa Jawa biasa (sehari-hari)&lt;br /&gt;- Bahasa Jawa kromo (untuk yang lebih tinggi)&lt;br /&gt;- Bahasa Jawa kromo inggil (yaitu untuk tingkat yang tertinggi)&lt;br /&gt;Menggunakan bahasa dalam ketoprak, yang diperhatikan bukan saja  penggunaan tingkat-tingkat bahasa, tetapi juga kehalusan bahasa. Karena  itu muncul yang disebut bahasa ketoprak, bahasa Jawa dengan bahasa yang  halus dan spesifik.&lt;br /&gt;Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Kethoprak adalah seni  pertunjukan teater atau drama yang sederhana yang meliputi unsur tradisi  jawa, baik struktur lakon, dialog, busana rias, maupun bunyi-bunyian  musik tradisional yang dipertunjukan oleh rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;5. &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Longser&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Longser merupakan salah satu bentuk teater tradisional masyarakat sunda,  Jawa barat. Longser berasal dari akronim kata melong (melihat dengan  kekaguman) dan saredet (tergugah) yang artinya barang siapa yang melihat  pertunjukan longser, maka hatinya akan tergugah. Longser yang  penekanannya pada tarian disebut ogel atau doger. Sebelum longser lahir  dan berkembang, terdapat bentuk teater tradisional yang disebut lengger.&lt;br /&gt;Busana yang dipakai untuk kesenian ini sederhana tapi mencolok dari segi  warnanya terutama busana yang dipakai oleh ronggeng. Biasanya seorang  ronggeng memakai kebaya dan kain samping batik. Sementara, untuk lelaki  memakai baju kampret dengan celana sontog dan ikat kepala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;6. &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Mamanda&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;mamanda adalah seni teater atau pementasan tradisional yang berasal dari  kalimantan selatan. Dibanding dengan seni pementasan yang lain, mamanda  lebih mirip dengan lenong dari segi hubungan yang terjalin antara  pemain dengan penonton. Interaksi ini membuat penonton menjadi aktif  menyampaikan komentar-komentar lucu yang disinyalir dapat membuat  suasana jadi lebih hidup.&lt;br /&gt;Bedanya, kesenian lenong kini lebih mengikuti zaman ketimbang mamanda  yang monoton pada alur cerita kerajaan. Sebab pada kesenian mamanda  tokoh-tokoh yang dimainkan adalah tokoh baku seperti raja, perdana  menteri, mangkubumi, wazir, panglima perang, harapan pertama, harapan  kedua, khadam (badut/ajudan), permaisuri dan sandut (putri).&lt;br /&gt;Disinyalir istilah mamanda digunakan karena di dalam lakonnya, para  pemain seperti wazir, menteri, dan mangkubumi dipanggil dengan sebutan  pamanda atau mamanda oleh sang raja. Mamanda secara etimologis terdiri  dari kata "mama" (mamarina) yang berarti paman dalam bahasa banjar dan  “nda” yang berarti terhormat. Jadi mamanda berarti paman yang terhormat.  Yaitu “sapaan” kepada paman yang dihormati dalam sistem kekerabatan  atau kekeluargaan.&lt;br /&gt;Asal muasal mamanda adalah kesenian badamuluk yang dibawa rombongan  abdoel moeloek dari malaka tahun 1897. Dulunya di kalimantan selatan  bernama komedi indra bangsawan. Persinggungan kesenian lokal di banjar  dengan komedi indra bangsawan melahirkan bentuk kesenian baru yang  disebut sebagai ba abdoel moeloek atau lebih tenar dengan badamuluk.  Kesenian ini hingga saat ini lebih dikenal dengan sebutan mamanda.&lt;br /&gt;Bermula dari kedatangan rombongan bangsawan malaka (1897 m) yang  dipimpin oleh encik ibrahim dan isterinya cik hawa di tanah banjar,  kesenian ini dipopulerkan dan disambut hangat oleh masyarakat banjar.  Setelah beradaptasi, teater ini melahirkan sebuah teater baru bernama  "mamanda".&lt;br /&gt;Seni drama tradisional mamanda ini sangat populer di kalangan masyarakat kalimantan pada umumnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;7. &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Randai&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;randai adalah kesenian (teater) khas masyarakat minangkabau, sumatra  barat yang dimainkan oleh beberapa orang (berkelompok atau beregu).  Randai dapat diartikan sebagai “bersenang-senang sambil membentuk  lingkaran” karena memang pemainnya berdiri dalam sebuah lingkaran besar  bergaris tengah yang panjangnya lima sampai delapan meter. Cerita dalam  randai, selalu mengangkat cerita rakyat minangkabau, seperti cerita  cindua mato, malin deman, anggun nan tongga, dan cerita rakyat lainnya.  Konon kabarnya, randai pertama kali dimainkan oleh masyarakat pariangan,  padang panjang, ketika mereka berhasil menangkaprusa yang keluar dari  laut.&lt;br /&gt;Kesenian randai sudah dipentaskan di beberapa tempat di indonesia dan  bahkan dunia. Bahkan randai dalam versi bahasa inggris sudah pernah  dipentaskan oleh sekelompok mahasiswa di university of hawaii, amerika  serikat.&lt;br /&gt;Kesenian randai yang kaya dengan nilai etika dan estetika adat  minangkabau ini, merupakan hasil penggabungan dari beberapa macam seni,  seperti: Drama (teater), seni musik, tari dan pencak silat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;8. &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Drama gong&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;drama gong adalah sebuah bentuk seni pertunjukan bali yang masih relatif  muda usianya yang diciptakan dengan jalan memadukan unsur-unsur drama  modern (non tradisional bali) dengan unsur-unsur kesenian tradisional  bali. Dalam banyak hal drama gong merupakan pencampuran dari unsur-unsur  teater modern (barat) dengan teater tradisional (bali). Karena dominasi  dan pengaruh kesenian klasik atau tradisional bali masih begitu kuat,  maka semula drama gong disebut "drama klasik". Nama drama gong diberikan  kepada kesenian ini oleh karena dalam pementasannya setiap gerak pemain  serta peralihan suasana dramatik diiringi oleh gamelan gong (gong  kebyar). Drama gong diciptakan sekitar tahun 1966 oleh anak agung gede  raka payadnya dari desa abianbase (gianyar).&lt;br /&gt;Drama gong mulai berkembang di bali sekitar tahun 1967 dan puncak  kejayaannya adalah tahun1970. Namun semenjak pertengahan tahun 1980  kesenian ini mulai menurun popularitasnya, sekarang ini ada sekitar 6  buah sekaa drama gong yang masih aktif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;9. &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Makyong&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;makyong adalah seni teater tradisional masyarakat melayu yang sampai  sekarang masih digemari dan sering dipertunjukkan sebagai dramatari  dalam forum internasional. Makyong dipengaruhi oleh budaya hindu-buddha  thai dan hindu-jawa. Nama makyong berasal dari mak hyang, nama lain  untuk dewi sri, dewi padi.&lt;br /&gt;Makyong adalah teater tradisional yang berasal dari pulau bintan, riau.  Makyong berasal dari kesenian istana sekitar abad ke-19 sampai tahun  1930-an. Makyong dilakukan pada siang hari atau malam hari. Lama  pementasan ± tiga jam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;10. &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Wayang&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;wayang dikenal sejak zaman prasejarah yaitu sekitar 1500 tahun sebelum  masehi. Masyarakat indonesia memeluk kepercayaan animisme berupa  pemujaan roh nenek moyang yang disebut hyang atau dahyang, yang  diwujudkan dalam bentuk arca atau gambar.&lt;br /&gt;Wayang merupakan seni tradisional indonesia yang terutama berkembang di  pulau jawa dan bali. Pertunjukan wayang telah diakui oleh unesco pada  tanggal 7 november 2003, sebagai karya kebudayaan yang mengagumkan dalam  bidang cerita narasi dan warisan yang indah dan sangat berharga  (masterpiece of oral and intangible heritage of humanity).&lt;br /&gt;G.a.j. Hazeu mengatakan bahwa wayang dalam bahasa/kata jawa berarti:  Bayangan , dalam bahasa melayu artinya: Bayang-bayang, yang artinya  bayangan, samar-samar, menerawang. Bahasa bikol menurut keterangan  profesor kern, bayang, barang atau menerawang. Semua itu berasal dari  akar kata "yang" yang berganti-ganti suara yung, yong, seperti dalam  kata: Laying (nglayang)=yang, dhoyong=yong, reyong=yong, reyong-reyong,  atau reyang-reyong yang berarti selalu berpindah tempat sambil membawa  sesuatu, poyang-payingen, ruwet dari kata asal: Poyang, akar kata yang.  Menurut hasil perbandingan dari arti kata yang akar katanya berasal dari  yang dan sebagainya tadi, maka jelas bahwa arti dari akar kata: Yang,  yung, yong ialah bergerak berkali-kali, tidak tetap, melayang.&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7362366219408244219-677026081715749692?l=www.bimashena.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.bimashena.co.cc/2012/01/seni-teater-tradisional-indonesia.html</link><author>noreply@blogger.com (Aeng sanusi anwar)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-7362366219408244219.post-7139648433139806687</guid><pubDate>Sun, 06 Nov 2011 07:24:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-11-06T01:30:53.835-08:00</atom:updated><title></title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-zU5qS6Gzzq0/TrY11BhzX4I/AAAAAAAAAIw/y0bBzFSYpiU/s1600/poster.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://1.bp.blogspot.com/-zU5qS6Gzzq0/TrY11BhzX4I/AAAAAAAAAIw/y0bBzFSYpiU/s320/poster.jpg" width="226" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7362366219408244219-7139648433139806687?l=www.bimashena.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.bimashena.co.cc/2011/11/for-tu-day-untill-januari-2012-i-will.html</link><author>noreply@blogger.com (Aeng sanusi anwar)</author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-zU5qS6Gzzq0/TrY11BhzX4I/AAAAAAAAAIw/y0bBzFSYpiU/s72-c/poster.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-7362366219408244219.post-4390387711844882872</guid><pubDate>Sun, 23 Oct 2011 15:40:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-10-23T08:40:08.593-07:00</atom:updated><title>Framework Aplikasi</title><description>Sebuah &lt;i&gt;framework &lt;/i&gt;sangat membantu sekali dalam proses pengembangan sebuah aplikasi. &lt;i&gt;Framework &lt;/i&gt;atau kerangka kerja pada dasarnya adalah sebuah kerangka aplikasi yang sudah memiliki &lt;i&gt;functionalitas &lt;/i&gt;dasar sebuah aplikasi atau dalam arti lain sebuah &lt;i&gt;framework &lt;/i&gt;mengelola fungsi-fungsi yang sering dibutuhkan/digunakan pada saat proses pembangunan sebuah aplikasi. fungsi-fungsi tersebut di &lt;i&gt;bundle &lt;/i&gt;dalam &lt;i&gt;library framewrok. &lt;/i&gt;Dalam hal ini pengguna hanya tinggal memanggil fungsi-fungsi tertentu tanpa perlu menuliskan secara lengkap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Elemen-elemen framework :&lt;br /&gt;- Architecture&lt;br /&gt;- Convention (Configuration By Convention)&lt;br /&gt;- Code-Generator/template&lt;br /&gt;- Aplikasi &lt;br /&gt;- Scurity&lt;br /&gt;- Sistem Plugin/Modul&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa kategori &lt;i&gt;framework &lt;/i&gt;yang berkembang saat ini :&lt;br /&gt;- Web App. Framework (&lt;br /&gt;- Desktop App. Framework&lt;br /&gt;- CSS Framework&lt;br /&gt;- RIA Framework&lt;br /&gt;- Mobile App. Framework&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7362366219408244219-4390387711844882872?l=www.bimashena.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.bimashena.co.cc/2011/10/framework-aplikasi.html</link><author>noreply@blogger.com (Aeng sanusi anwar)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-7362366219408244219.post-2479322511354700766</guid><pubDate>Fri, 05 Aug 2011 18:01:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-08-05T11:02:41.648-07:00</atom:updated><title>Sejarah Kekaisaran Jepang dari Masa ke Masa</title><description>Sejarah kekaisaran Jepang cukup menarik perhatian umat manusia karena berbagai hal. Mula-mula bangsa Jepang menjadi terkenal karena sebagai bangsa Asia pertama yang sanggup meniru bangsa-bangsa Eropa dalam perkembangan industri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jepang juga merupakan bangsa Asia pertama yang dalam permulaan abad ke-20 telah mampu menghadapi bangsa Eropa dalam perang dengan menggunakan alat-alat dan senjata hasil teknologi modern, terbukti mengalahkan Rusia dalam Perang Rusia-Jepang (1904-1905), dan sebelumnya telah mengalahkan Cina dalam Perang cina-Jepang I (1894-1985).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kemenangan-kemenangan yang diraihnya tidak membuat Jepang menjadi puas dengan apa yang dicapainya, akan tetapi justru sebaliknya membuat Jepang semakin agresif. Hal ini bisa kita ikuti tindakan Jepang selanjutnya, baik Jepang ikut terjun Perang Dunia I maupun kegiatan-kegiatan Jepang sesudahnya. Bahkan lebih jauh Jepang bercita-cita untuk membentuk negara Asia timur Raya. Adanya cita-cita inilah yang menyeret Jepang dalam Perang Dunia II dan yang mengakibatkan hancurnya Jepang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Masa Kuno – Runtuhnya Politik Isolasi&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kisah permulaan sejarah Jepang ditulis dalam kitab Kojiki (catatan soal-soal kuno) dalam tahun 712 dan Kitab Nihongi atau Nihon Shoki (kronik Jepang Kuno) dalam tahun 720. Di dalam kitab NIhongi dijelaskan mengenai mitologi penciptaan kepulauan Jepang yang semula dikenal dengan nama “Oyashima”. Pemerintahan yang ada di situ merupakan warisan dari dewa Amaterasu Omokami (Dewa Matahari). Amaterasi Omikami mewariskan kepada cucunya yakni Ninigi dan dari Ninigi tahta diserahkan kepada cicitnya yakni Jimmu sebagai kaisar pertama. Bersamaan dengan penyerahan tahta kekaisaran, Ninigi juga menyerahkan 3 pusaka kepada Jimmu Tenno sebagai lambang kekuasaan / pusaka kaisar yang berupa : kalung batu permata, pedang dan cermin (Dasuki I, tanpa tahun, hal. 8). Selanjutnya semua kaisar di Jepang menganggap dirinya keturunan Amaterasu Amikami. Oleh karena itu maka kaisar sebagai penguasa tertinggi dalam negara tidak boleh dikecam. Kekuasaan kaisar adalah suci dan tidak dapat diganggu gugat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai tahun 1192 Jepang diperintah oleh banyak keluarga yang saling berebut pengaruh dan saling menjatuhkan, di antaranya ialah : keluarga Mononobe, Soga, Fujiwara, Taira dan keluarga Minamoto. Di antara keluarga itu pada mulanya yang besar pengaruhnya ialah keluarga Fujiwara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan tampilnya Yoritomo Minamoto, maka muncullah pemerintahan Shogunate di Jepang, sebab secara resmi pada tahun 1192 Yoritomo menangkat diri sebagai “Sei-i-tai Shogun” yang berarti “Jenderallisimo penakluk suku liar Timur” (Nio Yoe Lan, 1962, hal. 56). Dengan demikian muncullah “duel government” di Jepang, yakni :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Pemerintahan sipil, yang berkedudukan di Kyoto di bawah pimpinan Kaisar.&lt;br /&gt;2) Pemerintahan Militer, yang berkedudukan di Kamamura dengan Sogun sebagai Kepala Pemerintahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jepang di bawah pemerintahan keluarga Ashikaga memasuki masa kegelapan dan baru berakhir dengan tamplnya 3 pimpinan militer Jepang yakni : Oda Nobunaga, Hideyoshi Toyotomi dan Iyeyashu tokugawa. Iyeyashu tokugawa-lah yang mengorganisir kembali pemerintahan Shogunate. Ia mengangkat dirinya sebagai Shogun pada tahun 1603, sehingga dialah merupakan pucuk pimpinan dari semua kaum feodal militer. Sedangkan sikapnya terhadap kaisar sama seperti masa Yoritomo, di mana kaisar tidak diberi kesempatan untuk ambil bagian dalam pemerintahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Masa Meiji Restorasi – Perang Dunia II&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Masa pemerintahan keluarga Tokugawa yang dikenal dengan pemerintahan tangan besi dan bersfiat feodal melakukan politik isolasi dan akhirnya berhasil dipatahkan oleh Commodore Perry dengan adanya Perjanjian Kanagawa pada tanggal 31 Maret 1854. Pada tanggal 8 Nopember 1867 Shogun (Shogun Yoshinabu: Shogun terakhir) meletakkan jabatan dan menyerahkan kembali kekuasaan kepada kaisar. Delapan bulan sebelum Shogun terakhir meletakkan jabatan, Kaisar Komei meninggal (3 Peburari 1867) kemudian digantikan oleh Kaisar Meiji, dengan demikian berakhirlah pemerintahan keluarga Tokugawa yang telah berlangsung selama 2,5 abad lamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara resmi Mutsuhito (Kaisar Meiji) memegang pemerintahan dari 25 Januari 1868 sampai dengan 30 Juli 1912. Meiji tenno memindahkan pusat pemerintahannya dari Kyoto ke Edo yang kemudian namanya diubah menjadi Tokyo yang berarti “ibu kota di timur”. Selanjutnya, ejak 1868 di mulailah pembangunan Jepang yang dikenal dengan nama Restorasi Meiji (Sayidiman Suryohadiprojo, 1992, hal 56). Dengan demikian inti restorasi Meiji adalah pemulihan kekuasaan politik dari keluarga Tokugawa kepada Kaisar (Tenno) dan modernisasi (Suara Pembaharuan, 26 Juli 1989).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada masa Meiji ini kita dapat melihat dengan jelas mengenai kedudukan dan fungsi kaisar. Dalam konstitusi ternyata bahwa :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Kaisar adalah sumber dari segala kekuasaan&lt;br /&gt;2) Real Power (kekuasaan riil / praktis) dijalankan badan-badan pemerintahan atas nama kaisar.&lt;br /&gt;3) Kedudukan kaisar adalah suci dan tidak dapat diganggu gugat (secret and iniolable) (Martinah PW, 1973, hal 23).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa pemerintahan Showa (kaisar Hirohito) inilah yang menyeret Jepang ke dalam Perang Dunia II. Sebab Jepang bercita-cita untuk membentuk negara Asia Timur Raya yang diilhami oleh ajaran Shinto tentang Hakko Ichi-u (dunia sebagai satu keluarga – di bawah pimpinan Jepang). Memang dalam konstitusi kekaisaran Jepang Raya yang diundangkan pada tanggal 11 Pebruari 1889, yang berlaku sampai perang Dunia II, antara lain menyebutkan bahwa Dai Nippon Teikkoku (Negara Kekaisaran Jepang Raya) dikuasai oleh Kaisar (I Ketut Suradjaja, 1984, hal. 153). Dalam konstitusi juga disebutkan bahwa kekuasaan kaisar adalah suci dan tidak dapat diganggu gugat. Perjanjian – perjanjian (I Ketut Suradjaja, 1984, hal. 154). Oleh karena itu tidak heran kalau Kaisar Hirohito pada tanggal 8 Desember 1941 menyatakan pernag kepada Amerika Serikat dan Inggris setelah tanggal 7 Desember menghancurkan Pearl Harbour. Dengan demikian sejak Meiji tenno hingga perang Dunia II, pemerintahan berada di tangan kaisar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Masa Sesudah Perang Dunia II – Sekarang&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Perang Dunia II telah membawa kehancuran Jepang dan akhirnya pada tanggal 14 Agustus 1945 Jepang menyerah tanpa syarat kepada Sekutu. Selanjutnya pada tanggal 2 September 1945 Piagam penyerahan Jepang dengan resmi ditandatangani oleh wakil pemerintah Jepang dan Sekutu (Jenderal Douglas Mac. Arthur sebagai pimpinan Supreme Commander for the Allied Powers (SCAP). Sejak inilah secara resm juga dimulailah masa pendudukan Jepang oleh Sekutu. (Dasuki, II, tanpa tahun, hal. 63;lihat juga : Nio Yoe Lan, 1962, hal. 287)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan Konstitusi baru yang diumumkan secara resmi pada tanggal 3 Nopember 1946 dan mulai berlaku tanggal 3 Mei 1947 dinyatakan bahwa Kaisar bagi masyarakat Jepang adalah Lambang Negara dan Kesatuan rakyat. Di dalam kehidupan sehari-hari, kaisar tidak mempunyai kekuasaan yang ada kaitannya dengan pemerintahan. Menurut Konstitusi baru tugas Kaisar ialah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Melantik Perdana Menteri yang telah ditunjuk (dipilih) oleh diet (Parlemen Jepang).&lt;br /&gt;2) Melantik Ketua Mahkamah Agung&lt;br /&gt;3) Mengumumkan Undang-Undang dan perjanjian-perjanjian yang dibuat degan negara lain.&lt;br /&gt;4) Memanggil Diet untuk bersidang dan menganugerahkan penghargaan atas saran dan persetujuan Kabiner (Suara Karya, 25 April 1981; Lihat juga : Harian Angkatan Bersenjata, 11 November 1982).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaisar Hirohito meninggal pada tanggal 7 Januari 1989, kemudian digantikan olehputera mahkotanya sebagai kaisar baru yakni Akihito. Dengan demikian terjadi pergantian era, yakni dari era showamenjadi era heisei yang berarti era perdamaian (Sinar Pagi, 15 Januari 1989; lihat juga : Jawa Pos, 24 Pebruari 1989).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu tidak heran, apabila 3 jam setelah kaisar Hirohito meninggal, maka diadakan acara “kenjito shokei Nogi” yakni “upacara penyerahan tahta suci pada Kaisar baru Akihito, tanggal 7 Januari 1989. Sebab tiga (3) harta suci itu harus diserahkan kepada penggantinya tanpa adanya waktu putus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian sejak 7 Januari 1989, Jepang memasuki masa pemerintahan kaisar Akihito dengan nama era Heisei. Namun pelantikan Kaisar Akihito sebagai kaisar Jepang ke-125 baru dilaksanakan pada tanggal 12 Nopember 1990. Dalam acara penobatan kaisar Akihito, hadir 37 Presiden, 11 Perdana Menteri dan 20 Raja dari seluruh dunia. Dari Indonesia hadir Presiden dan ibu negara Tien Soeharto, dan Menlu Ali Alatas.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7362366219408244219-2479322511354700766?l=www.bimashena.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.bimashena.co.cc/2011/08/sejarah-kekaisaran-jepang-cukup-menarik.html</link><author>noreply@blogger.com (Aeng sanusi anwar)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-7362366219408244219.post-2307760311732767490</guid><pubDate>Tue, 04 Jan 2011 05:47:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-01-03T21:47:50.058-08:00</atom:updated><title>SYAIR IWAN FALS 'SEPERTI MATAHARI'</title><description>&lt;i&gt;Keinginan adalah sumber penderitaan, Tempatnya didalam pikiran&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Tujuan bukan utama, yang utama adalah prosesnya&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Kita hidup mencari bahagia, harta dunia kendaraannya&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Bahannya bakarnya budi pekerti.....itulah nasehat para Nabi&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Ingin Bahagia, derita didapat&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Karena ingin sumber derita&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Harta dunia jadi penggoda&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Membuat miskin jiwa kita&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Ada benarnya nasehat orang-orang suci&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Memberi itu terangkan hati &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;seperti matahari.... yang menyinari bumi... yang menyinari bumi&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7362366219408244219-2307760311732767490?l=www.bimashena.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.bimashena.co.cc/2011/01/syair-iwan-fals-seperti-matahari.html</link><author>noreply@blogger.com (Aeng sanusi anwar)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-7362366219408244219.post-8259056250600747256</guid><pubDate>Fri, 17 Dec 2010 05:20:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-12-16T21:21:28.028-08:00</atom:updated><title>Mega proyek Indonesia kelas dunia yang akan menakjubkan</title><description>Indonesia merupakan anggota G-20 yang merupakan kelompok 19 negara  dengan perekonomian besar di dunia ditambah dengan Uni Eropa. Indonesia  juga merupakan salah satu negara besar di dunia dengan jumlah penduduk  yang besar dan kekayaan alam melimpah. Walau didera krisis ekonomi,  Indonesia mulai bangkit. Kini pembangunan di Indonesia tidak kalah  dengan negara-negara lain. Indonesia bahkan memiliki mega proyek kelas  dunia. Beberapa mega proyek yang sudah jadi adalah jembatan Suramadu dan  Indoor Theme Park terbesar di dunia, Trans studio. Beberapa proyek akan  menyusul. Ada yang masih dalam perencanaan dan ada juga yang sudah  dalam tahap penyelesaian. Diantara mega proyek tersebut, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Surabaya Sport Center (SSC)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_TzhABRYWH3Q/Sy_B4uNMsSI/AAAAAAAAATU/MBwSgFmPcLY/s1600-h/indotopssc.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5417762056970219810" src="http://4.bp.blogspot.com/_TzhABRYWH3Q/Sy_B4uNMsSI/AAAAAAAAATU/MBwSgFmPcLY/s320/indotopssc.jpg" style="cursor: pointer; display: block; height: 207px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 255px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surabaya  segera akan memiliki kompleks olahraga supermegah dengan fasilitas  superlengkap. Proyek bernama Surabaya Sport Center (SSC), yang memakan  dana Rp 440,2 miliar, dijadwalkan selesai paling lambat Desember 2009  ini. Berlokasi di kawasan Benowo, Surabaya Barat, kompleks itu terdiri  atas sebuah stadion utama berkapasitas 50 ribu penonton, sebuah stadion  indoor berkapasitas 10 ribu penonton, dan sebuah masjid. Nanti kompleks  tersebut juga direncanakan memiliki stadion atletik dan sirkuit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Perpustakaan Universitas Indonesia (UI) &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_TzhABRYWH3Q/Sy_DhnYCXAI/AAAAAAAAATs/rgrsTX6TRlA/s1600-h/perpusui.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5417763859022896130" src="http://2.bp.blogspot.com/_TzhABRYWH3Q/Sy_DhnYCXAI/AAAAAAAAATs/rgrsTX6TRlA/s320/perpusui.jpg" style="cursor: pointer; display: block; height: 250px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 250px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Indonesia  akan memiliki perpustakaan termodern, terbesar dan terindah di dunia  yang akan berlokasi Universitas Indonesia (UI) Depok di areal seluas 2,5  hektar. Lokasi bangunan berada di tepi danau Kenanga Universitas  Indonesia dan berjarak sekitar 100 meter dari gedung rektorat. Gedung  perpustakaan ini akan memiliki luas bangunan 30.000 m2 serta terdiri  atas delapan lantai. Gedung berlantai delapan ini dirancang tahan gempa  dan ramah lingkungan. Kebutuhan energi menggunakan sumber terbarukan  yakni energi matahari (solar energy) selain itu di dalam gedung tidak  diperbolehkan menggunakan plastik. Pembangunan gedung delapan lantai ini  ditargetkan selesai Desember 2009 dengan anggaran sekitar Rp 100  miliar. Januari tahun depan diharapkan perpustakaan ini sudah bisa  dibuka untuk civitas UI dan juga masyarakat umum. Pembangunan  perpustakaan ini merupakan salah satu upaya UI menuju World Class  University dan masuk ranking 100 besar perguruan tinggi terbaik di  dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Menara Jakarta&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_TzhABRYWH3Q/Sy_B4NdarZI/AAAAAAAAATE/mMFmM9jlPQ4/s1600-h/indotopmenarajakarta.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5417762048179875218" src="http://4.bp.blogspot.com/_TzhABRYWH3Q/Sy_B4NdarZI/AAAAAAAAATE/mMFmM9jlPQ4/s320/indotopmenarajakarta.jpg" style="cursor: pointer; display: block; height: 313px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 168px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Jakarta  akan segera memiliki salah satu menara tertinggi di dunia yang  dinamakan "menara Jakarta". Proyek Menara Jakarta yang sebelumnya  terhenti akibat badai krisis moneter, akan kembali dilanjutkan kembali.  Proyek Menara Jakarta akan kembali dibangun pengerjaan konstruksi pada  Januari 2010. Pembangunan Menara Jakarta yang menelan anggaran Rp 5  triliun ini ditargetkan rampung 2012 mendatang. Menara Jakarta setinggi  558 meter ini nantinya akan mengalahkan Oriental Pearl Tower, Shanghai,  setinggi 460 meter, KL Tower di Malaysia 421 meter, dan CN Tower di  Kanada setinggi 533 meter. Dan tak kalah penting, Menara Jakarta akan  dijadikan sebagai pusat jaringan telekomunikasi dan multimedia dengan  data center dan disaster recovery center. Menara Jakarta juga akan  dijadikan sebagai traffic control dan pusat jaringan fiber optik di  Jakarta. Menara ini juga akan memiliki restoran berputar, yang menarik  lagi dari Menara Jakarta adalah bentuk kaki tiang menara yang memiliki  bentuk tiga kaki yang menopang hingga ke atas. Bentuk semacam ini hanya  satu-satunya di dunia untuk gedung-gedung pencakar langit. Jika telah  selesai dibangun, Menara Jakarta ini akan menjadi icon kebanggaan bangsa  Indonesia dan menjadi menara telekomunikasi dan broadcasting tertinggi  di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Jembatan Selat sunda&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_TzhABRYWH3Q/Sy_B37mX82I/AAAAAAAAAS8/Ecqkjx92e_Y/s1600-h/indotopjembatanselatsunda.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5417762043385607010" src="http://4.bp.blogspot.com/_TzhABRYWH3Q/Sy_B37mX82I/AAAAAAAAAS8/Ecqkjx92e_Y/s320/indotopjembatanselatsunda.jpg" style="cursor: pointer; display: block; height: 192px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 255px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Jembatan  Selat Sunda adalah salah satu proyek besar pembuatan jembatan yang  melintasi Selat Sunda sebagai penghubung antara Pulau Jawa dengan Pulau  Sumatera&lt;br /&gt;Jembatan Selat Sunda ini akan menjadi jembatan terpanjang  pertama di dunia yang dibangun dengan bentang tengah sampai 2.200 meter.  Perkiraan biaya investasi yang dibutuhkan untuk pembangunan JSS sekitar  Rp 100 triliun. Pembangunan proyek JSS membutuhkan waktu minimal 10  tahun. Kalau tahun 2012 sudah mulai dibangun rencananya jembatan sudah  dibuka tahun 2022. Pada jembatan tersebut akan dibuat enam lajur  kendaraan, masing-masing tiga lajur dalam satu ruasnya. Jembatan selebar  60 meter ini juga dilengkapi dua jalur pejalan kaki dan jalur darurat.  Tak hanya itu, jembatan ini juga akan dilengkapi dua rel kereta.  Jembatan rencananya akan berada pada 70 meter di atas permukaan laut,  dan melewati tiga pulau-pulau kecil di selat itu, yaitu Pulau Prajurit,  Ular, dan Sangiang. Ini merupakan jembatan dengan panjang 29 kilometer  yang akan menjadi jembatan terpanjang di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Reaktor Nuklir Muria&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_TzhABRYWH3Q/Sy_B4TPyJ1I/AAAAAAAAATM/C55DSlPLh3g/s1600-h/indotopmuria.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5417762049733306194" src="http://1.bp.blogspot.com/_TzhABRYWH3Q/Sy_B4TPyJ1I/AAAAAAAAATM/C55DSlPLh3g/s320/indotopmuria.jpg" style="cursor: pointer; display: block; height: 191px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 255px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Indonesia  merencanakan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di  Muria, Jateng. Pegunungan Muria dianggap paling memenuhi syarat sebagai  tempat berdiri dan beroperasinya PLTN. Selain karena aman dari gempa,  daerah Muria juga sangat dekat dengan sumber air (Laut Jawa) yang  dibutuhkan untuk mendinginkan reaktor nuklir. Pembangunan PLTN Muria  akan dimulai 2012 dan siap diresmikan 2016 dengan total anggaran Rp 30  triliun. Diharapkan pada 2015-2016 PLTN Muria ini sudah bisa beroperasi  dengan kapasitas 1.000 Mwat Elektic dengan investasi US$ 1.500-1.800 per  KWh. PLTN membutuhkan uranium dan Indonesia memiliki dua tambang  uranium, yaitu tambang Remaja-Hitam dan tambang Rirang-Tanah Merah.  Kedua tambang uranium tersebut terletak di Kalimantan Barat. Jika sudah  dibangun PLTN Muria akan mampu mengatasi krisis energi listrik yang saat  ini sedang dialami negara kita. PLTN Muria yang rencananya memiliki  enam reaktor nuklir dengan masing-masing berdaya 600 MW atau totalnya  3600 MW, akan sedikit mampu mengurangi krisis energi listrik terutama  Jaringan Jawa-Madura-Bali (Jamali). Jika Indonesia memiliki PLTN, maka  Indonesia juga akan masuk ke dalam jajaran segelintir negara elite  nuklir dunia tapi nuklir Indonesia akan digunakan hanya untuk tujuan  damai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Coastarina&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_TzhABRYWH3Q/Sy_BI4-iHRI/AAAAAAAAASM/KbKWCaobIoU/s1600-h/indotopcoastarina2.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5417761235227778322" src="http://3.bp.blogspot.com/_TzhABRYWH3Q/Sy_BI4-iHRI/AAAAAAAAASM/KbKWCaobIoU/s320/indotopcoastarina2.jpg" style="cursor: pointer; display: block; height: 218px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 255px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Di  Pulau Batam akan dibangun pulau-pulau buatan yang menyerupai peta dunia  terbesar di dunia mengalahkan perumahan di Dubai. Perumahan di pantai  ini dikembangkan menjadi pusat hunian dengan suasana tepi laut. Sebagian  areanya diperoleh dari hasil reklamasi. Site plan-nya dirancang bak  lagoon raksasa yang bagian tengahnya ditata menyerupai peta dunia dengan  miniatur berbagai benua: Asia, Amerika, Eropa, Afrika, dan Antartika.  Coastarina merupakan terobosan konsep pemukiman, yang terinspirasi oleh  Palm Islands di Dubai, UAE.&lt;br /&gt;Di Coastarina, akan dibangun total 1.000  rumah di kawasan total 150 hektar (25 hektar termasuk taman dan  fasilitas umum). Di sana, juga ada Okarina Taman Rekreasi dengan food  court, kafe dan restoran, Taman Air, dinding raksasa, dan permainan air.  Coastarina mega proyek ini akan selesai dalam 6 tahun dan total  investasi diperkirakan menjadi 60 - 80 juta USD atau sekitar Rp. 570 M /  Rp 760 M. MURI (Museum Rekor Indonesia) memberikan penghargaaan kepada  Coastarina untuk papan tulisan terbesar di Indonesia, perumahan yang  terletak di bibir pantai Batam itu akan mencatatkan dua rekor lagi untuk  pembangunan bola dunia paling besar dan peta dunia terbesar di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Center Point Of Indonesia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_TzhABRYWH3Q/Sy_BJDa0O6I/AAAAAAAAASU/ySBBrEAu8SA/s1600-h/indotopcpi.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5417761238030760866" src="http://2.bp.blogspot.com/_TzhABRYWH3Q/Sy_BJDa0O6I/AAAAAAAAASU/ySBBrEAu8SA/s320/indotopcpi.jpg" style="cursor: pointer; display: block; height: 320px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 222px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Makassar  akan memiliki kawasan super megah sebagai pusat bisnis, wisata dan  pendidikan yang dinamakan Center Point Of Indonesia. Center Point Of  Indonesia dibangun di kawasan dengan luas total 600 hektar itu akan  terdapat bangunan bangunan menjulang tinggi, pusat bisnis dan  pemerintahan, kawasan hiburan, hotel hotel kelas dunia yang dilengkapi  dengan lapangan golf dengan view ke laut lepas dan pemandangan  menakjubkan ke pulau pulau di Teluk Makassar. Di kawasan ini juga akan  dibangun Istana kepresidenan yang selama ini hanya berada di Jawa dan  Bali. Istana ini nantinya berada di atas laut. Di kawasan CPI juga akan  dibangun Masjid Termegah di Asia, sekelas Taj Mahal di India. Ada juga  The Makassar Notradamus, yaitu taman 1000 patung Pahlawan Indonesia.  Masih di lokasi yang sama, Makassar juga akan membangun Public Space  atau area publik terluas di Dunia. Di lapangan nan luas ini, akan  terdapat banyak kawasan hijau, tempat bermain, taman bunga, tempat  beristrahat, dan tentunya pantai buatan. Di sekitar kawasan ini juga  akan terdapat Waterfront dan Marinas.&lt;br /&gt;Center Point Of Indonesia akan  dilengkapi dengan dua jalan layang selebar masing masing 40 meter,  waterway, monorail dan busway. Monorail di CPI akan menghubungkan  kawasan megah ini ke Pusat Kota Makassar, hingga ke Bandara  International Sultan Hasanuddin. Jika proyek ini benar benar terwujud  maka Makassar akan melampaui Jakarta dalam hal mewujudkan angkutan Mass  Rapit Transport idaman itu.&lt;br /&gt;Center Point of Indonesia juga akan  dilengkapi dengan sebuah menara yang menyerupai Oriental Pearl Tower di  Shanghai. Menara setinggi 300 meter itu akan difasilitasi dengan dek  anjungan berputar. Menara itu akan dibangun tepat di tengah tengah  proyek CPI. Selain itu, Center Point of Indonesia akan memanjakan  pengunjung karena sudah terintegrasi dengan Trans Studio Indoor Theme  Park, karena akan dilewati oleh jalur Monorail. Nantinya beberapa pantai  dan pulau-pulau buatan di CPI juga akan dihubungkan dengan kereta  gantung (Gondola) terpanjang di Asia. Jika proyek ini selesai, maka  Makassar akan melesat menjadi kota metropolitan modern dan terbesar  kedua di Indonesia, melampaui Surabaya. Obsesi itu jugalah yang membuat  Makassar bertekat untuk menjadi kota dunia di tahun 2030.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sundial (jam matahari) Pontianak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_TzhABRYWH3Q/Sy_ChhN2LZI/AAAAAAAAATk/6It0yhdkMss/s1600-h/khatulistiwa.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5417762757857914258" src="http://2.bp.blogspot.com/_TzhABRYWH3Q/Sy_ChhN2LZI/AAAAAAAAATk/6It0yhdkMss/s320/khatulistiwa.jpg" style="cursor: pointer; display: block; height: 196px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 298px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Indonesia  akan memiliki sundial atau jam matahari tertinggi di dunia jika sundial  Pontianak jadi dibangun. Dari semua kota yang dilewati garis  Khatulistiwa, hanya ada satu kota di dunia ini yang dibelah atau  dilintasi secara persis oleh garis Khatulistiwa, yaitu Kota Pontianak.  Pembangunan sundial di lokasi sekitar Tugu Khatulistiwa Pontianak  diperkirakan menghabiskan biaya sebesar Rp76,6 miliar dengan lahan  seluas 44,1 meter. Rencananya tugu tersebut akan dibangun dengan tinggi  71 meter, sehingga akan menjadikan Tugu Khatulistiwa sebagai sundial  tertinggi di dunia. Pada lahan di sekitar sundial tugu akan dibangun  sundial berukuran kecil sebanyak 17 buah. Angka 17 dan 71 diambil dari  angka kelahiran Kota Pontianak. Untuk memperkuat ikon Pontianak sebagai  Kota Khatulistiwa juga akan dibangun Twin Solar Telescope, Museum  Galeri, Science Centre, kawasan komersial, Amphiteater, dan Convention  di kawasan tugu tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Biak space port&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_TzhABRYWH3Q/Sy_BIka9n0I/AAAAAAAAASE/ULT8_S4WMYQ/s1600-h/indotopbiakspace.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5417761229709877058" src="http://1.bp.blogspot.com/_TzhABRYWH3Q/Sy_BIka9n0I/AAAAAAAAASE/ULT8_S4WMYQ/s320/indotopbiakspace.jpg" style="cursor: pointer; display: block; height: 164px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 255px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Lembaga  Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) akan mendirikan "space port"  atau lokasi peluncuran roket pendorong satelit di Pulau Biak, Papua.  Pulau Biak merupakan lokasi yang sangat strategis untuk penerbangan ke  angkasa luar karena posisinya sangat dekat dengan garis katulistiwa.  Pulau Biak berhadapan langsung dengan samudera luas sehingga proses  peluncuran roket yang akan dilakukan diperkirakan tidak akan mengganggu  negara lain. Jika roket pendorong satelit itu diluncurkan, serpihan atau  benda-benda yang jatuh dari dari proses peluncuran itu akan jatuh ke  laut, tidak mengenai negara lain, termasuk wilayah Indonesia. Selain  itu, Pulau Biak juga terletak di di area ekuatorial (Posisinya hanya dua  derajat dari garis katulistiwa) sehingga dorongan roket peluncur  satelit lebih kuat dan mampu mengantar alat pemantauan di angkasa ke  antariksa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Terusan Sulawesi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_TzhABRYWH3Q/Sy_ChNdvd7I/AAAAAAAAATc/RhbeR2gjAyg/s1600-h/indotopterusan-sulawesi.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5417762752555874226" src="http://1.bp.blogspot.com/_TzhABRYWH3Q/Sy_ChNdvd7I/AAAAAAAAATc/RhbeR2gjAyg/s320/indotopterusan-sulawesi.jpg" style="cursor: pointer; display: block; height: 192px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pada  Musyawarah Sulawesi IV Enam gubernur se-Sulawesi menggagas pembangunan  "Terusan Khatulistiwa" yang memotong leher Pulau Sulawesi. Kelak Pulau  Sulawesi bakal terbagi dua, karena dipisahkan oleh laut di terusan yang  akan diberi nama Terusan Khatulistiwa. Jika rencana tersebut benar-benar  direalisasikan, maka terusan ini akan menjadi terusan ketiga di dunia,  sebab saat ini baru ada dua terusan, yakni Terusan Suez di Mesir dan  Terusan Panama di Amerika Tengah. Terusan Khatulistiwa ini bisa menjadi  jalur laut internasional yang ramai dan akan memperpendek jarak  transportasi laut dari wilayah timur Pulau Sulawesi menuju wilayah barat  Indonesia, serta ke Filipina dan Malaysia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu merupakan  beberapa mega proyek di Indonesia disamping proyek-proyek lainnya yang  akan menjadikan Indonesia sebagai negara maju di masa depan. Mega-mega  proyek tesebut kelak akan menjadi kebanggaan besar bagi bangsa  Indonesia. Giliran kita mengambil bagian untuk ikut serta memajukan  negara Indonesia tercinta ini. (&lt;a href="http://indonesiatop.blogspot.com/"&gt;indonesiatop.blogspot.com&lt;/a&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Sumber : http://indonesiatop.blogspot.com/2009/12/mega-proyek-indonesia-kelas-dunia-yang.html&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7362366219408244219-8259056250600747256?l=www.bimashena.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.bimashena.co.cc/2010/12/mega-proyek-indonesia-kelas-dunia-yang.html</link><author>noreply@blogger.com (Aeng sanusi anwar)</author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_TzhABRYWH3Q/Sy_B4uNMsSI/AAAAAAAAATU/MBwSgFmPcLY/s72-c/indotopssc.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-7362366219408244219.post-2053534832945232319</guid><pubDate>Thu, 02 Dec 2010 16:52:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-12-02T08:57:25.497-08:00</atom:updated><title>80 Tahun Indonesia Menggugat</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Delapan puluh tahun yang lalu tepatnya tahun 1930 Kota Bandung menjadi saksi sejarah perjuangan Ir. Soekarno dalam membela kemerdekaan Negara Republik Indonesia.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tepat pada 4 Juli 1927 Ir. Soekarno merumuskan ajaran &lt;i&gt;Marhaenisme&lt;/i&gt; dan mendirikan PNI (Partai Nasional lndonesia) dengan tujuan Indonesia Merdeka. Akibatnya, Belanda, memasukkannya ke penjara Sukamiskin, Bandung pada 29 Desember 1929. Delapan bulan kemudian baru disidangkan. Dalam pembelaannya yang terkenal dengan&lt;b&gt; Indonesia Menggugat&lt;/b&gt; beliau menunjukkan kemurtadan Belanda, bangsa yang mengaku lebih maju itu. Akibat pemerintah Belanda yang saat itu berkuasa makin marah. Sehingga pada Juli 1930, PNI pun dibubarkan. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kemudian muncul gagasan dari beberapa aktivis di Bandung salah satunya Mashudi untuk mengabadikan nama Indonesia Menggugat Menjadi nama sebuah gedung tempat Soekarno di sidang dan melakukan pembelaannya. Gedung itu dulu terkenal juga dengan nama gedung &lt;i&gt;Landraad&lt;/i&gt;. Saat ini Gedung &lt;i&gt;Landraad&lt;/i&gt; atau &lt;b&gt;Gedung Indonesia Menggugat (GIM)&lt;/b&gt; difungsikan menjadi ruang publik. Ruang aktifitas dan kreatifitas publik.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dua hari ini Gedung Indonesia Menggugat sedang diramaikan dengan kegiatan 80 tahun peringatan Indoneisia Menggugat. Kegiatannya sangat meriah, mulai dari pembacaan puisi, monolog 24 jam, seminar Nasional tentang kebudayaan dan konser musik tunggal Putra Sang Fajar dari musisi balada senior asal Bandung Feri Curtis.&amp;nbsp; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_1x5d93GRTiU/TPfOqHY0D_I/AAAAAAAAAHU/Q4JL_6IOH08/s1600/01122010100.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="400" src="http://4.bp.blogspot.com/_1x5d93GRTiU/TPfOqHY0D_I/AAAAAAAAAHU/Q4JL_6IOH08/s400/01122010100.jpg" width="300" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_1x5d93GRTiU/TPfOU6dwMRI/AAAAAAAAAHQ/RXuc7jvMFvA/s1600/01122010102.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://4.bp.blogspot.com/_1x5d93GRTiU/TPfOU6dwMRI/AAAAAAAAAHQ/RXuc7jvMFvA/s400/01122010102.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7362366219408244219-2053534832945232319?l=www.bimashena.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.bimashena.co.cc/2010/12/80-tahun-indonesia-menggugat.html</link><author>noreply@blogger.com (Aeng sanusi anwar)</author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_1x5d93GRTiU/TPfOqHY0D_I/AAAAAAAAAHU/Q4JL_6IOH08/s72-c/01122010100.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-7362366219408244219.post-4387278054173163183</guid><pubDate>Thu, 02 Dec 2010 08:29:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-12-02T08:59:37.469-08:00</atom:updated><title>Lomography</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ditengah-tengah ramainya dunia fotografi modern saat ini, ada satu jenis kamera klasik yang masih banyak para penggunanya. Kamera &lt;i&gt;LOMO &lt;/i&gt;atau&lt;i&gt; LOMOGRAPHY&lt;/i&gt;. Sebenarnya Lomography ini adalah sebuah trademark dari produk Lomographische AG asal Austria, kemudian nama &lt;i&gt;LOMO&lt;/i&gt; dilisensikan oleh perusahaan LOMO PLC di St. Petersburg, Russia. Kamera Loomo sendiri dipopulerkan oleh seorang pengusaha asal Austria yang memiliki galeri internasional.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Asal kata LOMO sendiri diambil dari nama perusahaan persenjataan dan optik Rusia yang menghasilkan kamera kompak tersebut. Kamera kompak pertama buatan pabrik ini diberi nama Lomo Kompakt Automat atau lebih dikenal LC-A ( Lomo Compact Automatict). &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kamera LOMO&amp;nbsp; memiliki lensa&amp;nbsp; yang menghadirkan banyak distorsi di bagian tepi gambar dan gambar yang jernih di bagian tengah. Selain itu juga Lomography menghadirkan gaya fotografi yang kasual dan lebih dekat dengan gaya snapshot, gangguan foto seperti over-saturated colors, lens artifacts, dan cacat gara-gara exposure malah menghasilkan efek yang abstrak.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Untuk menggunakan kamera jenis ini Foografer tidak perlu ribet dengan urusan teknis fotografi formal, konsepnya “don’t think, just shoot”. Menggunakan Kamera lomo cukup mengandalkan pada spontanity dan close-up saja.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Karena bentuknya yang mungi menjadikan kamera ini mudah dibawa kemana-mana, tidak mengherankan jika saat ini banyak bermunculan komunitas-komunitas pengguna kamera lomo(&lt;i&gt;Lomographer&lt;/i&gt;) terlebih di kota-kota besar.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Perkembangan jenis kameranya juga cukup berpariatif dan banyak pilihan seperti Holga kit, Colorsplash camera, Horizon 202, Pop 9, Action sampler, Cybersampler, Super Sampler, 3D Camera set, Smena 8 dan Seagull TLR. Tidak perlu takut mendapatkan hasil jepretan yang jelek, karena tiap model kamera lomo menghasilkan gambar yang berbeda-beda dan unik. Untuk informasi tambahan bisa kunjungi situsnya di &lt;a href="http://www.lomography.com/"&gt;www.lomography.com&lt;/a&gt;..... (Mmmhhhh harus dicoba niiiiihhhh.......)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7362366219408244219-4387278054173163183?l=www.bimashena.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.bimashena.co.cc/2010/12/lomography.html</link><author>noreply@blogger.com (Aeng sanusi anwar)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-7362366219408244219.post-6477410511432167731</guid><pubDate>Thu, 02 Dec 2010 07:22:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-12-01T23:25:29.752-08:00</atom:updated><title>Aku Ingin Bebas...!!!</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_1x5d93GRTiU/TPdGr7tyk3I/AAAAAAAAAHE/Ki1dkRfpw7Y/s1600/754637344_0dd0dc5347_m.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://3.bp.blogspot.com/_1x5d93GRTiU/TPdGr7tyk3I/AAAAAAAAAHE/Ki1dkRfpw7Y/s320/754637344_0dd0dc5347_m.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_1x5d93GRTiU/TPdHPCvs71I/AAAAAAAAAHI/FFV55aF9DOM/s1600/25102010045.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://2.bp.blogspot.com/_1x5d93GRTiU/TPdHPCvs71I/AAAAAAAAAHI/FFV55aF9DOM/s320/25102010045.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_1x5d93GRTiU/TPdGr7tyk3I/AAAAAAAAAHE/Ki1dkRfpw7Y/s1600/754637344_0dd0dc5347_m.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_1x5d93GRTiU/TPdHfZxQizI/AAAAAAAAAHM/SMdp9z0DrLU/s1600/monkey-07.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="211" src="http://4.bp.blogspot.com/_1x5d93GRTiU/TPdHfZxQizI/AAAAAAAAAHM/SMdp9z0DrLU/s320/monkey-07.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7362366219408244219-6477410511432167731?l=www.bimashena.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.bimashena.co.cc/2010/12/dari-hutan-ke-stopan-stopan.html</link><author>noreply@blogger.com (Aeng sanusi anwar)</author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_1x5d93GRTiU/TPdGr7tyk3I/AAAAAAAAAHE/Ki1dkRfpw7Y/s72-c/754637344_0dd0dc5347_m.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-7362366219408244219.post-8467510706278995321</guid><pubDate>Sun, 28 Nov 2010 14:40:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-11-28T06:58:29.340-08:00</atom:updated><title></title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_1x5d93GRTiU/TPJpmajyVEI/AAAAAAAAAG8/0LBcvC2WwXA/s1600/Lakukan+yg+terbaik.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="131" src="http://2.bp.blogspot.com/_1x5d93GRTiU/TPJpmajyVEI/AAAAAAAAAG8/0LBcvC2WwXA/s400/Lakukan+yg+terbaik.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7362366219408244219-8467510706278995321?l=www.bimashena.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.bimashena.co.cc/2010/11/blog-post.html</link><author>noreply@blogger.com (Aeng sanusi anwar)</author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_1x5d93GRTiU/TPJpmajyVEI/AAAAAAAAAG8/0LBcvC2WwXA/s72-c/Lakukan+yg+terbaik.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-7362366219408244219.post-1450167536527011658</guid><pubDate>Sun, 10 Oct 2010 15:01:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-12-02T09:04:32.346-08:00</atom:updated><title>Refleksi Menjelang Peringatan Sumpah Pemuda 2010</title><description>&lt;div style="text-align: center;"&gt;Ditengah-tengah krisis yang masih melanda Bangsa Indonesia [mau tidak mau sy harus mengatakan demikian] sejak kemerdekaan hingga kini, ksisis seperti enggan menjauh dari bangsa ini. Mulai dari krisis ekonomi, politik dan budaya, bahkan yang terjadi akhir2 ini, yang sangat mengiris hati dan nurani sy adalah krisis moral yang sudah sangat parah sekali. Perang suku, perang agama dan bentrokan-bentrokan antar kubu terjadi dimana-mana. Kadang sy bertanya : "Apa yg sebetulnya sedang terjadi pada bangsa ini, Mengapa keberingasan bisa terjadi pada bangsa yg memiliki kesopanan, karya seni dan budaya adiluhung..???".&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Sementara perang dan perpecahan terjadi dimana-mana ternyata Angka kemiskinan di negri ini jua terus meningkat tiap tahunnya, ini menjadi PR yang tidak pernah selsai.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Sementara Angka kemiskinan yang terus meningkat, Bencana Alam terjadi terus menerus di sebagian besar wilayah negri ini, yang paling parah tahun ini banjir bandang terjadi di Papua barat dan menelan lebih dari 100 jiwa.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Sementara.............&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Sementara............&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Sementara krisis terjadi pada hampir semua lini bangsa ini, cerita tentang kehebatan masa lalu yang belum tentu kebenarannya&amp;nbsp; masih membayang-bayangi Bangsa ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Kita sebagai kaum muda dan juga sebagai kaum akademisi tentunya harus lebih menyadari kondisi dan situasi&amp;nbsp; bangsa ini. Sebagai Agent Of Change Kita juga dituntut untuk senantiasa memberikan sumbangsih yang nyata pada Bangsa dan Negeri Ini demi terciptanya perubahan kearah yang labih baik. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Pepatah kuno mengatakan "Nasib sebuah bangsa berada pada tangan para Pemudanya". &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Lalu bagai mana potret Para pemuda/i Bangsa Indonesia saat ini...??? &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Adakah kita optimis bahwa perubahan kearah yang lebih baik akan menyertai masa depan bangsa ini...???&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7362366219408244219-1450167536527011658?l=www.bimashena.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.bimashena.co.cc/2010/10/refleksi-peringatan-sumpah-pemuda-2010.html</link><author>noreply@blogger.com (Aeng sanusi anwar)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-7362366219408244219.post-1750278588325459954</guid><pubDate>Thu, 30 Sep 2010 17:21:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-09-30T10:25:36.070-07:00</atom:updated><title>Peringatan GESTAPU</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hari ini&amp;nbsp; adalah peringatan&amp;nbsp; 45 tahun Insiden GESTAPU (Gerakan September 30) yang terjadi pada tahun 1965. Gw jadi ingat kenangan masa kecil&amp;nbsp; ne, dulu gw sering nonton film dokumneternya di station TV bersama kawan-kawan bahkan dari awal bulan september film ini sudah sangat dinanti-nanti oleh anak-anak karena film dokumenter Gestapu atau sering disebut juga G30SPKI hanya diputar satu kali dalam setahun di TV Nasional. Walaupun film dokumenter ini diputar setiap tahun, tapi sewaktu itu orang-orang di desa gw gak ada yang bilang bosan nonton film ini, mungkin karena di desa gw yang sangat minim sekali hiburan jadi walau disuguhkan film yang sama setiap tahun juga ditonton terus, terlebih ini film yang diangkat dari kejadian nyata.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Insiden G30SPKI adalah insiden berdarah yang menjadi catatan hitam dalam sejarah Bangsa Indonesia pasca kemerdekaan. Insiden ini di dalangi oleh Partai Komunis Indonesia dan menyebabkan banyak sekali korban yang meninggal, bahkan 7 jendral ikut menjadi korban dalam insiden ini. ke-7 jendral tersebut dibunuh secara biadab kemudian mayatnya di kuburkan dalam satu sumur tua yang sering disebut Lubang Buaya.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7362366219408244219-1750278588325459954?l=www.bimashena.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.bimashena.co.cc/2010/09/peringatan-gestapu.html</link><author>noreply@blogger.com (Aeng sanusi anwar)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-7362366219408244219.post-9122260486320706405</guid><pubDate>Mon, 27 Sep 2010 03:38:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-10-10T02:33:10.724-07:00</atom:updated><title></title><description>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_1x5d93GRTiU/TKARdC_wGaI/AAAAAAAAAGM/A5IdmPpxcAU/s1600/jangan+berhenti+berfikir.png" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="201" src="http://2.bp.blogspot.com/_1x5d93GRTiU/TKARdC_wGaI/AAAAAAAAAGM/A5IdmPpxcAU/s400/jangan+berhenti+berfikir.png" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7362366219408244219-9122260486320706405?l=www.bimashena.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.bimashena.co.cc/2010/09/blog-post.html</link><author>noreply@blogger.com (Aeng sanusi anwar)</author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_1x5d93GRTiU/TKARdC_wGaI/AAAAAAAAAGM/A5IdmPpxcAU/s72-c/jangan+berhenti+berfikir.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-7362366219408244219.post-6302623059915826487</guid><pubDate>Sun, 26 Sep 2010 16:22:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-09-26T09:27:55.384-07:00</atom:updated><title>Tentang Hidup</title><description>&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;"Kenapa kita dilahirkan sebagai manusia...???&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Apa sebetulnya manusia...???&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Lalu untuk apa kita ini ada dan hadir di Planet ini...??? ".&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Kebersamaan adalah bentuk dari sebuah kasih dan sayang, kemudian dari kasih dan sayang itu, muncul benih-benih keikhlasan, keikhlasan untuk mencintai menyayangi dan memberi. Tidak selamanya kehidupan demikian! Memang, karena perpisahan tidak dapat kita elakan. Perpisahan adalah sebuah perputaran roda bumi yang senantiasa kita rasakan panas dan gelapnya. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Keikhlasan itu tidak seperti kebersamaan yang akan di musnahkan oleh perpisahan. Begitupun kasih sayang, ketika kasih dan sayang itu tercurah pada satu objek maka biarkanlah kasih sayang itu menyebar ke segala penjuru bumi ini. Biarlah kasih dan sayang itu di dendangkan oleh seluruh umat yang mengaku buah kasih dari yang Maha Kasih. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Keikhlasan itu seperti kita membuang kotoran sendiri. Tidak…!!! tetapi seperti meludah. Ya,,ya,,ya…itu sama saja. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Begitulah hidup, hidup dan cinta, dan keikhlasan tidak dapat di pisahkan. Kehidupan seyogianya adalah lautan kasih dan sayang. Setiap umat akan selalu mendendangkan nada-nada kasih dan sayang. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Dan begitulah seharunya kita...!!!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Dan begitulah cinta...!!! &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Dan begitulah hidup...!!! &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7362366219408244219-6302623059915826487?l=www.bimashena.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.bimashena.co.cc/2010/09/tentang-hidup.html</link><author>noreply@blogger.com (Aeng sanusi anwar)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-7362366219408244219.post-3805141331838790630</guid><pubDate>Sun, 26 Sep 2010 15:54:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-09-26T09:30:27.562-07:00</atom:updated><title>Pagi, tanah dan bencana.</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Pagi ini seperti pagi hari kemarin, ketika seisi rumah mulai sibuk melakukan segala persiapan untuk aktifitasnya masing-masing. Aku mempersiapkan semua yang aku butuhkan untuk siang nanti di sekolah. Tidak terlalu banyak buku yang aku bawa hari ini, karena disekolah sudah tidak ada lagi kegiatan belajar.  Ibuku sibuk dengan urusan dapurnya mempersiapkan sarapan untuk ayah dan aku. Rumah ini hanya di huni oleh sepasang suami istri dan satu orang putri yang mulai beranjak dewasa. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Ayahku kerja di perkebunan teh milik PT. Anugrah Jaman dia menjadi staf gudang, mengurusi kurang lebih 30 karyawan untuk urusan gudang.  ibuku seorang ibu rumah tangga yang baik, kata ayahku . Tidak seperti ibu-ibu lain di kampung ini yang ketika suaminya pergi bekerja, dia bergabung bersama ibu-ibu lainnya yang banyak membuang waktunya dan melakukan sesuatu yang tak penting, membicarakan harga beras lah atau kenaikan harga minyak goreng lah atau gas elpiji lah yang harganya terus melonjak tinggi. Ibuku lebih memilih tinggal di rumah, dan menjahit apapun yang dapat di jahit dengan mesin jahit kesayangannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Sekolah masih sepi ketika aku sampai, terlihat beberapa siswa kelas dua yang mendapat giliran piket sedang membersihkan ruangan kelas sebelum digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.  Kegiatan belajar mengajar di kelas tiga sudah tidak ada lagi. Jadwalku hari ini ke sekolah hanya melihat pengumuman-pengumuman yang barangkali penting, akupun tidak yakin. Atau melihat-lihat berosur perguruan tinggi yang berpromosi ke sekolahan ini. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Beberapa menit kemudian datang temanku si Ningsih. Aku berteman dengannya dari sejak Sekolah Dasar. Dia satu-satunya teman dekatku atau lebih tepatnya sobat. Dua hari yang lalu dia bercerita setelah lulus, dia akan mencari pekerjaan yang layak di Bandung, supaya jaraknya tidak terlalu jauh dengan Ayahnya. Dan setelah uangnya cukup dia akan melanjutkan kuliah di akuntansi. Sejak usia 3 tahun Ningsih sudah ditinggal ibunya, dia hidup bersama ayahnya yang saat ini kira-kira usia ayahnya sudah mencapai 60 tahunan. Ayahnya sering sakit-sakitan. Kadang ningsih harus tidak bersekolah untuk merawat dan membawa ayahnya ke puskesmas ketika ayahnya sakit. Berbeda dengan ayahku, usia ayahku mungkin masih 30-an lebih, usia peroduktif untuk berkarir dan bekeluarga. Ayahku sering bercerita saat masa mudanya semasa kuliahnya di UPI. Disana dia mengambil jurusan Manajemen, dan lulus coumlude. Orang tuanya sangat bangga terhadapnya karena dia sangat gigih dalam menggapai cita-citanya. Dia sempat melamar di beberapa perusahaan di Bandung, tapi karena ibuku yang waktu itu masih belum menjadi istrinya lebih memilih tinggal di desa ini, akhirnya ayahku mengalah. Dia melamar di perkebunan teh yang akhirnya menempatkan dia menjadi staf gudang pada perusahan tersebut. Ayahku sering mengajariku untuk tidak bergantung pada siapa pun, dan kegigihan adalah kunci kesuksesan untuk segala hal.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Tidak terasa sekolah mulai ramai dengan kegiatan belajar mengajar. Minggu ini adalah minggu terakhir kegitan belajr mengajar di sekolah untuk kelas dua, mereka akan menghadapi UAS (Ujian Akhir Semester). &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Tiba tiba salah seorang siswa kelas tiga yang dengan nafas terengah-engah membawa kabar yang membuat kegiatan belajar mengajar harus di hentikan dan semua siswa di pulangkan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;***&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Kabar yang disampaikan oleh Darto, kawan sekelas ku, membuat sekujur tubuhku lemas, lutu-lutut kakiku tak dapat lagi menopang badan............[bersambung]  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7362366219408244219-3805141331838790630?l=www.bimashena.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.bimashena.co.cc/2010/09/pagi-tanah-dan-bencana.html</link><author>noreply@blogger.com (Aeng sanusi anwar)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-7362366219408244219.post-8474497917078547787</guid><pubDate>Sat, 25 Sep 2010 15:07:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-09-26T09:32:07.272-07:00</atom:updated><title>Bandung ulang tahun ke-200 ??? Ouuuhhhh.</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hari ini (25 September 2010) bukan hari yang biasa untuk gw dan masyarakat yang tinggal di Kota Bandung. Keramaian, kerumunan manusia, Suara Sound (Pengeras suara), bendera-bendera, Umbul-umbul muncul dimana-mana, suasana Kota Ramai Sekali iaaa????.... Memang&amp;nbsp; tidak seperti biasanya....(Heemmmm).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Selamat Ulang Tahun Kota kembang, Kota yang penuh dengan kenangan, kota Bandung".&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Yuuup, hari ini Kota Bandung&amp;nbsp; genap berusia 200thn. Dan diulang tahunnya yang ke 2 Abad ini Walikota bersama jajaran pemeintahannya menggelar berbagai macam kegiatan. Tidak ketinggalan komunitas-komunitas yang ada di kota Bandung juga turut meramaikan hari jadi kota Bandung ini. Buktinya di FB gw, Undangan Acara bulan ini meningkat drrrrrrrrrasssssssstis. dari mulai Lomba Fotografi, pagelaran musik tradisional, pameran kedirgantaraan, seminar-seminar. Dari salah satu media masa yang gw baca juga, TMB atau trans Metro Bandung (public transport) khusus untuk hari ini di gratiskan,,,,wwwwaaaaaah meriah sekali&amp;nbsp; iaaa, beruntung untuk gw yang tinggal di Kota ini...&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Gw sendiri seharian menghabiskan waktu sambil bengong di Ball Room Hotel Preanger nyasar di acara "Ngumbar bareng Onliners" yang diadakan oleh Speedy, Blogvaganza dan komunitas2 online. Walaupun bengong tapi lumayan banyak yang gw dapat dari beberapa ceramah di acara tsb. Pengisi acaranya antara lain Duo Pochi, Tina toon, dan Raditya dika (yang laiinya gw kurang kenal). Acara dimulai dari jam 09.00 - 17.00.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7362366219408244219-8474497917078547787?l=www.bimashena.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.bimashena.co.cc/2010/09/bandung-ulang-tahun-ke-200-ouuuhhhh.html</link><author>noreply@blogger.com (Aeng sanusi anwar)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-7362366219408244219.post-7494874989110518549</guid><pubDate>Thu, 26 Aug 2010 18:17:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-08-26T11:33:18.813-07:00</atom:updated><title>Awan Hitam Menghiasi Langit Sore Kota Bandung</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_1x5d93GRTiU/THatmcTNEHI/AAAAAAAAAF0/CWUd_B31Qdo/s1600/26082010006.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;i&gt;Kamis, 26 Agustus 2010 Sekitar pukul 17.30&lt;/i&gt; langit kota Bandung diliputi awan hitam. kedatangan awan hitam ini&amp;nbsp; dibarengi dengan datangnya angin yang sangar kencang sekali dan berputar di daerah Taman Sari - Bandung Wetan. Angin itu berputar sangat kencang sampai menerbangkan benda-benda dan merusak beberapa atap rumah warga.&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_1x5d93GRTiU/THatmcTNEHI/AAAAAAAAAF0/CWUd_B31Qdo/s1600/26082010006.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_1x5d93GRTiU/THatmcTNEHI/AAAAAAAAAF0/CWUd_B31Qdo/s320/26082010006.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Warga Taman Sari yang sedang menunggu datangnya waktu berbuka puasa dikagetkan dengan kejadian alam yang tidak biasa ini.&amp;nbsp; Warga serentak berbondong-bondong keluar rumah karena takut terjadi sesuatu. Sementara pengeras suara dari Masjid datang membawa lantunan takbir (Allohuakbar).&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_1x5d93GRTiU/THat5OApVcI/AAAAAAAAAF8/G69vBanGl0k/s1600/26082010007.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_1x5d93GRTiU/THat5OApVcI/AAAAAAAAAF8/G69vBanGl0k/s320/26082010007.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;videonya bisa dilihat di : &lt;a href="http://www.youtube.com/watch?v=X5z0bi-NVAg"&gt;http://www.youtube.com/watch?v=X5z0bi-NVAg&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_1x5d93GRTiU/THat5OApVcI/AAAAAAAAAF8/G69vBanGl0k/s1600/26082010007.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7362366219408244219-7494874989110518549?l=www.bimashena.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.bimashena.co.cc/2010/08/awan-hitam-menghiasi-langit-sore-kota.html</link><author>noreply@blogger.com (Aeng sanusi anwar)</author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_1x5d93GRTiU/THatmcTNEHI/AAAAAAAAAF0/CWUd_B31Qdo/s72-c/26082010006.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-7362366219408244219.post-182400107454026498</guid><pubDate>Thu, 26 Aug 2010 09:01:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-08-26T02:05:00.242-07:00</atom:updated><title>The Winner Stand Alone (Sang Pemenang berdiri Sendirian)</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_1x5d93GRTiU/THYtmrMhTKI/AAAAAAAAAFs/gBni_wUqmAI/s1600/the-winner-stand-alone.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_1x5d93GRTiU/THYtmrMhTKI/AAAAAAAAAFs/gBni_wUqmAI/s320/the-winner-stand-alone.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Penulis : Paulo Coelho&amp;nbsp; &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebuah karya fiksi yang bercerita tentang kemewahan dan dunia glamor para bintang. Tokoh utamanya “Igor” seorang pengusaha sukses yang memiliki perusahaan telekomuikasi terbesar di Rusia. sebelumnya Igor adalah pensiunan tentara perang Rusia yang beberapa kali dikirim menjadi tentara perdamain pada serangkaian perang di berbagai belahan dunia. Akibat dari pengalaman perangnya, dia mempunyai kelainan psikologis yang belakangan muncul dan membuat kehidupan dan keluarganya hancur. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah merintis perusahaan yang modalnya dia dapatkan dari kawannya yang juga mantan tentara perang, perusahaannya mengalami kejayaan dan menjadi perusahaan telekomunikasi terbesar di Rusia, tiba-tiba kehidupan rumah tangganya di dlingkupi masalah. Akibatnya istrinya “Ewa” yang ketakutan karna merasa suaminya mempunyai sifat jahatnya. Istrinya meninggalkannya dan menikah dengan salah seorang pengusaha fashion yang sedang naik daun ”Hamid”. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada saat acara Festifal Film yang diadakan di Carnes-Prancis dan mengundang/melibatkan seluruh orang terkemuka di dunia tidak terkecuali Hamid. Igor merencanakan strategi untuk mendapatkan istrinya kembali. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di rangkaian festifal tersebut Igor dipertemukan dengan Olivia gadis cantik beralis hitam yang menjadi objek manipulasi pacar dan orang tuanya yang kemudian menjadi malaikat penuntun bagi strateginya, Jasmin/Gabriel yang penuh dengan mimpi dan harapan-harapan untuk menjadi model, Maureen yang sangat kegigihan memperjuangkan cita-citanya dan Javit sorang pengusaha filem yang korup. Tapi kemudian semua orang itu di bunuh dengan cara yang tidak wajar dan dengan keterampilan yang di dapatnya ketika menjadi tentara perang. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lambat laun Igor meyakini tidak mungkin mengembalikan kehidupan masa lalunya dan istrinya tidak mungkin kembali padanya. Igor membunuh istri dan suami barunya. Mayatnya keduanya di biarkan tergeletak di pinggiran pantai laut mediterania. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Igor pulang ke negranya dengan tegukan vodka. Dia kembali ke kehidupannya sebagai seorang pemenang, tetapi sang pemenang tidak sendiri, kini ia ditemani malaikat beralis hitam. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebuah buku yang membawa kita pada pertentangan jiwa dalam kehidupan, mengukur diri adalah pelajaran berharga dari buku ini. Kita diajak untuk berpetualang dalam dunia kegelamoran para bintang yang ternyata penuh dengan kebohongan dan kemunafikan. [aas]&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7362366219408244219-182400107454026498?l=www.bimashena.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.bimashena.co.cc/2010/08/winner-stand-alone-sang-pemenang.html</link><author>noreply@blogger.com (Aeng sanusi anwar)</author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_1x5d93GRTiU/THYtmrMhTKI/AAAAAAAAAFs/gBni_wUqmAI/s72-c/the-winner-stand-alone.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-7362366219408244219.post-795144378884366919</guid><pubDate>Wed, 25 Aug 2010 16:47:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-08-26T02:07:04.616-07:00</atom:updated><title>SURAT TERBUKA UNTUK Bpk. PRESIDEN RI</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Assalamualaikum wr wb&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada yth,&lt;br /&gt;bpk Presiden Republik Indonesia...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: darkred;"&gt;Pak saya memang masih hijau, masih belum begitu mengerti kata nasionalisme atau patriotisme. Tapi belakangan pak, ada yang mengiris hati dan jantung saya. Sehingga setiap melihat bapak berpidato di televisi, curhat tentang para teroris yang mengincar bapak, atau ketika bapak sekeluarga promosi buku keluarga tiba tiba saya merasa muaaak sekali.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap saya melihat para pejabat lain, dengan mobil mewah, rumah mewah, fasilitas jauh lebih dari cukup namun masih saja terus terusan menuntut agar lebih disejahterakan lagi. Aneh sekali pak, mereka bahkan tertidur saat membahas nasib kami: rakyatnya. Jika sudah begitu pak, otak saya seperti flash back tanpa diminta...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: darkred;"&gt;Beberapa bulan yang lalu, ada anak yang bunuh diri karena tidak bisa sekolah, Sesudahnya ada seorang bapak yang harus menggendong mayat anaknya karena tak ada uang untuk menguburkannya. Lalu ada nenek2 yang meninggal karena kelaparan. Banyak yang hidup hanya dengan dua ratus ribu perbulan. Ada yang nyaris di bakar hidup2 hanya karena mencuri nasi. Ada yang dihukum puluhan tahun karena mencuri karena terhimpit alasan ekonomi. Pernahkah bapak mendengar tentang mereka?&lt;br /&gt;semntara para koruptor kakap itu akan segra dibebaskan bahkan hanya dalam setahun dua tahun karena bapak beri grasi dan remisi untuk alasan yang saya sulit mengerti..hhh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal... mereka telah memakan habis uang kami, uang untuk beras kami, uang untuk susu anak anak kami, uang untuk para nelayan, uang untuk para petani, uang untuk sekolah sekolah yang nyaris roboh, uang untuk pelajar 2miskin disekita kami, uang untuk layaann kesehatan bagi kami... &lt;br /&gt;&lt;span style="color: darkred;"&gt;&lt;br /&gt;Mereka makan uang itu,di bawa istri2 mereka ke negri kincir angin atau kangguru, hanay untuk beli parfum atau baju baru. Mereka habiskan di pembicaraan bisnis di lapangan golf, dan villa2 mewah di tanah beratus hektar denagn sawit tumbuh beribu2 untuk menyejahterakan mereka punya anak cucu...&lt;img alt="" border="0" class="inlineimg" src="http://forum.vivanews.com/images/smilies/frown.gif" title="Frown" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hhh..&lt;br /&gt;Belum lagi bom itu, bom tiga kilo itu, yang dengan alasan takut mengeluarkan terlalu banyak uang jika di tarik maka bom tiga kilo itu tetap bapak biarkan menghantui saudara saudara saya...membnuh mereka satu persatu..&lt;img alt="" border="0" class="inlineimg" src="http://forum.vivanews.com/images/smilies/frown.gif" title="Frown" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: darkred;"&gt;&lt;br /&gt;O ya pak lalu bagaimana dengan negara tetangga yang sama sekali tak punya tenggang rasa itu, Massya allah pak, saya sudah sgt geram, tapi bingung pada siapa, pada mereka, atau bapak? atau malah dua duanya? kenapa bapak diam saja? bicaralah pak, marahlah pak, bertindaklah pak...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sipadan, ambalat, ligitan dan kini pulau bintan. Kenapa bapak biarkan mereka memperkosa wilayah2 kita??!! Reog, wayang, batik, pendet, tari pring, angklung, lagu lagu nusantara, naskah naskah kuno nusantara..satu eprsatu di claim, di exploitasi mereka, dan bapak diam saja...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: darkred;"&gt;&lt;br /&gt;Kemarin petugas perairan kita di tembaki, di tangkapa dan diperlakuakn seperti pencuri, itupun bapak dan jajaran mentri masih takut bertindak, melihat hal ini setengah hati..geram kami dibuatnya pak..geram sekaliii..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum lagi saudara 2 sebangsa saya yang dikirim ke sana, yang bapak dan para pejabat lain juluki devsia negara karena memberikan sumabngan bsar bagi negara, mereka disana, di cambuk, di aniaya, sampai menemui ajalnya sampai gila, melahirkan di penjara, dicocor senapan dikepala, bahkan sebntar lagi 345 dari mereka akan segra dihukum mati disana...tapi tetap, bapak masiiih diam saja...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasanya sakiit sekali pak, di anggap rendah , di anggap murah...&lt;br /&gt;&lt;span style="color: darkred;"&gt;&lt;br /&gt;Kami memang kecewa, kami memang lelah, tapi kami pantang meyerah kalah. Apa yang bapak takutkan?? marahlah, teriakkanlah kebenaran dengan lantang dan kami, dua ratus empat puluh juta rakyata indonesia akan berdiri di sana, tepat di belakang bapak...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;65 tahun sudah pak..&lt;br /&gt;Kami sungguh sangat ingin benar benar merdeka, kami telah begitu rindu untuk benar benar merdeka dan berdaulat...&lt;br /&gt;maka sekali lagi, jangan diam saja...jangan kecewakan kami, sungguh begitu bapak bersumpah dengan kitab suci itu maka telah kami sematkan harapan itu di pundakmu...&lt;br /&gt;bertindaklah pak..sekarang juga!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;padang, 23 agustus 2010&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;sumber : &lt;a href="http://forum.vivanews.com/showthread.php?t=26906"&gt;http://forum.vivanews.com/showthread.php?t=26906&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7362366219408244219-795144378884366919?l=www.bimashena.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.bimashena.co.cc/2010/08/surat-terbuka-untuk-bpk-presiden-ri.html</link><author>noreply@blogger.com (Aeng sanusi anwar)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-7362366219408244219.post-1055953423519794428</guid><pubDate>Sun, 22 Aug 2010 18:21:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-08-26T02:08:51.215-07:00</atom:updated><title>INDONESIA HARUS LEBIH MEMBERI PERHATIAN TERHADAP PERAIRAN/LAUTNYA..</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Salam Lestari,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt; Kita mungkin masih ingat pelajaran geografi SD tentang Luas wilayah Indonesia yang sebagian besarnya adalah perairan/lautan dan sisanya adalah daratan yang tersebar menjadi pulau-pulau besar dan kecil dari sabang sampai merauke. &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt; Indonesia adalah negara kepulauan terluas di dunia dengan luas lautan 3.257.483 km² dan daratannya 1.922.570 km². Sebagai negara yang juga luas perairan/lautnya terbesar di dunia tentunya Indonesia harus lebih menekankan pembangunannya di perairan/lautan. Indonesia harus mampu menjaga dan mengelola perairan/lautnya agar dapat bermanfaat sebesar-besarnya untuk kepentingan Bangsanya. Apabila pembangunan masih terus dititik beratkan di daratan tanpa memberi perhatian yang lebih besar terhadap pembangunan di perairan/lautan tentunya pembangunan negri ini tidak akan maksimal.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt; Pulau-pulau Indonesia dikelilingi oleh lautan. Untuk mampu menjaga dan mempertahankan luas perairan yang sekian besarnya tentunya Indonesia butuh armada laut yang sangat kuat, Pertnyaannya apakah Armada Laut yang kita miliki saat ini sudah cukup kuat dan berhasil dalam mempertahankan dan menjaga keutuhan negeri ini ???. Alih-alih belekangan hari pulau-pulau di negri ini katanya sudah berkurang. Armada Laut kita perlu diperkuat!!! dibanding armada Udara dan Darat tentunya armada Laut harus jauh lebih diperkuat. &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt; Sampai saat ini masih banyak daerah-daerah yang sangat terbelakang akibat buruknya akses pasar dan perkembangan teknologi, padahal daerah-daerah tersebut memiliki potensi SDA yang luar biasa. Akibatnya terjadi kesenjangan pertumbuhan antara daerah. lihat daerah timur yang cenderung terbelakang dan daerah barat yang cukup maju.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt; Sarana transportasi Laut di negri ini masih sangat minim (saya tidak berani mengatakan buruk). Melihat perkembangannya saat ini, transportasi malah lebih ditekankan di daratan dan udara. Dibandingkan transportasi darat dan udara transortasi laut akan lebih menguntungkan untuk negeri ini.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7362366219408244219-1055953423519794428?l=www.bimashena.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.bimashena.co.cc/2010/08/indonesia-harus-lebih-memberi-perhatian.html</link><author>noreply@blogger.com (Aeng sanusi anwar)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-7362366219408244219.post-6517720089688489363</guid><pubDate>Sat, 21 Aug 2010 14:57:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-08-21T09:58:27.024-07:00</atom:updated><title>PEMANASAN GLOBAL Vs PROTOKOL KYOTO</title><description>&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:rmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent m:val="1440"&gt;    &lt;m:intlim m:val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim m:val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;&lt;style&gt;&lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face  {font-family:Wingdings;  panose-1:5 0 0 0 0 0 0 0 0 0;  mso-font-charset:2;  mso-generic-font-family:auto;  mso-font-pitch:variable;  mso-font-signature:0 268435456 0 0 -2147483648 0;} @font-face  {font-family:"Cambria Math";  panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4;  mso-font-charset:0;  mso-generic-font-family:roman;  mso-font-pitch:variable;  mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;} @font-face  {font-family:Calibri;  panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4;  mso-font-charset:0;  mso-generic-font-family:swiss;  mso-font-pitch:variable;  mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal  {mso-style-unhide:no;  mso-style-qformat:yes;  mso-style-parent:"";  margin-top:0cm;  margin-right:0cm;  margin-bottom:10.0pt;  margin-left:0cm;  line-height:115%;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:11.0pt;  font-family:"Calibri","sans-serif";  mso-ascii-font-family:Calibri;  mso-ascii-theme-font:minor-latin;  mso-fareast-font-family:Calibri;  mso-fareast-theme-font:minor-latin;  mso-hansi-font-family:Calibri;  mso-hansi-theme-font:minor-latin;  mso-bidi-font-family:"Times New Roman";  mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} a:link, span.MsoHyperlink  {mso-style-priority:99;  color:blue;  text-decoration:underline;  text-underline:single;} a:visited, span.MsoHyperlinkFollowed  {mso-style-noshow:yes;  mso-style-priority:99;  color:purple;  mso-themecolor:followedhyperlink;  text-decoration:underline;  text-underline:single;} p  {mso-style-noshow:yes;  mso-style-priority:99;  mso-margin-top-alt:auto;  margin-right:0cm;  mso-margin-bottom-alt:auto;  margin-left:0cm;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:12.0pt;  font-family:"Times New Roman","serif";  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} p.MsoListParagraph, li.MsoListParagraph, div.MsoListParagraph  {mso-style-priority:34;  mso-style-unhide:no;  mso-style-qformat:yes;  margin-top:0cm;  margin-right:0cm;  margin-bottom:10.0pt;  margin-left:36.0pt;  mso-add-space:auto;  line-height:115%;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:11.0pt;  font-family:"Calibri","sans-serif";  mso-ascii-font-family:Calibri;  mso-ascii-theme-font:minor-latin;  mso-fareast-font-family:Calibri;  mso-fareast-theme-font:minor-latin;  mso-hansi-font-family:Calibri;  mso-hansi-theme-font:minor-latin;  mso-bidi-font-family:"Times New Roman";  mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} p.MsoListParagraphCxSpFirst, li.MsoListParagraphCxSpFirst, div.MsoListParagraphCxSpFirst  {mso-style-priority:34;  mso-style-unhide:no;  mso-style-qformat:yes;  mso-style-type:export-only;  margin-top:0cm;  margin-right:0cm;  margin-bottom:0cm;  margin-left:36.0pt;  margin-bottom:.0001pt;  mso-add-space:auto;  line-height:115%;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:11.0pt;  font-family:"Calibri","sans-serif";  mso-ascii-font-family:Calibri;  mso-ascii-theme-font:minor-latin;  mso-fareast-font-family:Calibri;  mso-fareast-theme-font:minor-latin;  mso-hansi-font-family:Calibri;  mso-hansi-theme-font:minor-latin;  mso-bidi-font-family:"Times New Roman";  mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} p.MsoListParagraphCxSpMiddle, li.MsoListParagraphCxSpMiddle, div.MsoListParagraphCxSpMiddle  {mso-style-priority:34;  mso-style-unhide:no;  mso-style-qformat:yes;  mso-style-type:export-only;  margin-top:0cm;  margin-right:0cm;  margin-bottom:0cm;  margin-left:36.0pt;  margin-bottom:.0001pt;  mso-add-space:auto;  line-height:115%;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:11.0pt;  font-family:"Calibri","sans-serif";  mso-ascii-font-family:Calibri;  mso-ascii-theme-font:minor-latin;  mso-fareast-font-family:Calibri;  mso-fareast-theme-font:minor-latin;  mso-hansi-font-family:Calibri;  mso-hansi-theme-font:minor-latin;  mso-bidi-font-family:"Times New Roman";  mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} p.MsoListParagraphCxSpLast, li.MsoListParagraphCxSpLast, div.MsoListParagraphCxSpLast  {mso-style-priority:34;  mso-style-unhide:no;  mso-style-qformat:yes;  mso-style-type:export-only;  margin-top:0cm;  margin-right:0cm;  margin-bottom:10.0pt;  margin-left:36.0pt;  mso-add-space:auto;  line-height:115%;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:11.0pt;  font-family:"Calibri","sans-serif";  mso-ascii-font-family:Calibri;  mso-ascii-theme-font:minor-latin;  mso-fareast-font-family:Calibri;  mso-fareast-theme-font:minor-latin;  mso-hansi-font-family:Calibri;  mso-hansi-theme-font:minor-latin;  mso-bidi-font-family:"Times New Roman";  mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} span.text3  {mso-style-name:text3;  mso-style-unhide:no;} .MsoChpDefault  {mso-style-type:export-only;  mso-default-props:yes;  mso-ascii-font-family:Calibri;  mso-ascii-theme-font:minor-latin;  mso-fareast-font-family:Calibri;  mso-fareast-theme-font:minor-latin;  mso-hansi-font-family:Calibri;  mso-hansi-theme-font:minor-latin;  mso-bidi-font-family:"Times New Roman";  mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} .MsoPapDefault  {mso-style-type:export-only;  margin-bottom:10.0pt;  line-height:115%;} @page Section1  {size:612.0pt 792.0pt;  margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt;  mso-header-margin:36.0pt;  mso-footer-margin:36.0pt;  mso-paper-source:0;} div.Section1  {page:Section1;}  /* List Definitions */  @list l0  {mso-list-id:594022361;  mso-list-template-ids:1087432536;} @list l0:level1  {mso-level-start-at:3;  mso-level-tab-stop:72.0pt;  mso-level-number-position:left;  margin-left:72.0pt;  text-indent:-18.0pt;} @list l1  {mso-list-id:1184172699;  mso-list-type:hybrid;  mso-list-template-ids:1591750554 798816808 67698691 67698693 67698689 67698691 67698693 67698689 67698691 67698693;} @list l1:level1  {mso-level-start-at:2;  mso-level-number-format:bullet;  mso-level-text:-;  mso-level-tab-stop:none;  mso-level-number-position:left;  text-indent:-18.0pt;  font-family:"Times New Roman","serif";  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";  mso-ansi-font-weight:bold;} @list l2  {mso-list-id:1820876895;  mso-list-template-ids:-2055298246;} @list l2:level1  {mso-level-tab-stop:72.0pt;  mso-level-number-position:left;  margin-left:72.0pt;  text-indent:-18.0pt;} @list l2:level2  {mso-level-number-format:alpha-lower;  mso-level-tab-stop:none;  mso-level-number-position:left;  margin-left:108.0pt;  text-indent:-18.0pt;  mso-ansi-font-weight:bold;} ol  {margin-bottom:0cm;} ul  {margin-bottom:0cm;} --&gt;&lt;/style&gt;  &lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Kondisi lingkungan yang mengkhawatirkan mengundang perhatian dari kalangan ilmuwan, cendikiawan dan aktivis lingkungan, yang kemudian tertuang dalam suatu &lt;b&gt;konferensi di Villach, Austria tahun 1985&lt;/b&gt; . Konferensi tersebut kemudian menghasilkan evaluasi pertama dan otoritatif untuk mengatakan seriusnya potensi kerusakan yang diakibatkan oleh perubahan iklim. Kesadaran akan bahaya lingkungan hidup tersebut menyebar hingga ke tingkat PBB. Sidang umum PBB kemudian memprakarsai pembentukan INC (&lt;i&gt;Intergovernmental Negotiating Committee&lt;/i&gt;). Tugasnya adalah untuk menegoisasikan draft materi untuk konvensi perubahan iklim. INC bertemu enam kali sebelum menghasilkan draft yang kemudian dibawa pada &lt;i&gt;United Nations Conference on Environment and Development &lt;/i&gt;di Rio de Jeneiro pada tahun 1992. Pertemuan itu dikenal juga dengan nama &lt;i&gt;Earth Summit&lt;/i&gt; atau KTT Bumi. Hasil pertemuan tersebut menghasilkan dua keputusan penting, yaitu Konvensi PBB tentang keanekaragaman Hayati dan Konvensi Kerangka Kerja PBB tentang perubahan iklim. Keduanya menjadi komitmen politik dari 155 negara untuk menjaga lingkungan bumi. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Konferensi internasional untuk membahas masalah-masalah lingkungan khususnya pemanasan global yang diadakan setahun sekali sejak tahun 1995 oleh &lt;b&gt;UNFCCC &lt;/b&gt;(&lt;i&gt;United Nations Framework Convention on Climate Change&lt;/i&gt;), dan berada di bawah naungan PBB yaitu &lt;b&gt;UNEP&lt;/b&gt; (&lt;i&gt;United Nations Environment Program&lt;/i&gt;). &lt;/span&gt;&lt;span class="text3"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;UNFCCC &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="text3"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;mulai berlaku pada 21 Maret 1994, dan sekarang telah memiliki 189 negara. Para pihak UNFCCC secara. rutin mengadakan pertemuan &amp;nbsp;tahunan dalam sebuah &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Conference of Parties (COP), &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="text3"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;dan pertemuan dua kali setahun the &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Subsidiary Body for Implementation (SBI) &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="text3"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;clan &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Subsidiary Body for Scientific and Technological Advice (SBSTA).&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-style: normal; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="text3"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Indonesia secara resmi menandatangani &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC) &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="text3"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;atau Konvensi Kerangka Kerja PBB mengenai Perubahan Iklim dan diratifikasi pada tahun 1994 melalui UU Nomor: 6 Tahun 1994.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Beberapa Perjanjian Internaisional Menyangkut Pemanasan Global :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; line-height: 150%; margin: 0cm 0cm 0.0001pt 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;-&lt;span style="font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;Protokol Montreal&lt;/b&gt; (lengkapnya: &lt;i&gt;Protokol Montreal atas Zat-Zat yang mengurangi Lapisan Ozon&lt;/i&gt;) adalah sebuah perjanjian internasional yang dirancang untuk melindungi lapisan ozon dengan meniadakan produksi sejumlah zat yang diyakini bertanggung jawab atas berkurangnya lapisan ozon. Perjanjian  ini terbuka untuk ditandatangani pada 16 September 1987 dan berlaku sejak 1 Januari 1989. Sejak itu, perjanjian ini telah mengalami lima kali revisi yaitu pada 1990 di London, 1992 di Kopenhagen, 1995 di Vienna, 1997 di Montreal dan 1999 di Beijing. Dikarenakan tingkat penerapan dan implementasinya yang luas,perjanjian ini dianggap sebagai contoh kesuksesan kerjasama internasional. Kofi Annan pernah menyebutnya sebagai "&lt;i&gt;Kemungkinan merupakan persetujuan internasional tersukses sampai hari ini&lt;/i&gt;.". Perjanjian ini difokuskan pada beberapa kelompok senyawa hidrokarbon halogen yang diyakini memainkan peranan penting dalam pengikisan lapisan ozon. Semua zat tersebut memiliki klorin atau bromin (zat yang hanya memiliki fluorin saja tidak berbahaya bagi lapisan ozon).&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;-&lt;span style="font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Protokol Kyoto&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt; adalah &amp;nbsp;hasil dari &lt;i&gt;Conference of Parties&lt;/i&gt; (CoP) ke-3 yang diadakan di Kyoto, Jepang pada bulan Desember 1997. Protokol Kyoto menghasilkan keputusan utama berupa komitmen dari negara-negara untuk mengurangi emisi gas rumah kaca mereka setidaknya sebesar rata-rata 5 % di bawah level emisi tahun 1990 pada periode 2008 – 2012 (artikel 3 Protokol Kyoto). &amp;nbsp;Protokol ini juga mencakup 3 instrumen atau mekanisme fleksibel yang berbasis pasar yang dikenal sebagai Mekanisme Kyoto, yang memberikan kesempatan kepada negara-negara untuk dapat membeli atau mendapat kredit pengurangan emisi melalui investasi dalam proyek-proyek pengurangan efek negatif perubahan iklim. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpLast" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Adapun prinsip-prinsip dari Protokol Kyoto yaitu:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; line-height: 150%; margin: 0cm 0cm 0.0001pt 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;1.&lt;span style="font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Protokol ini menjadi tanggungan pemerintah dan diatur dalam kesepakatan global yang dilindungi PBB.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; line-height: 150%; margin: 0cm 0cm 0.0001pt 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;2.&lt;span style="font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Pemerintahan dibagi dalam dua kategori umum:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; line-height: 150%; margin: 0cm 0cm 0.0001pt 108pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;a.&lt;span style="font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Negara-negara Annex I.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; line-height: 150%; margin: 0cm 0cm 0.0001pt 72pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Adalah Negara maju yang dianggap bertanggung jawab terhadap emisi gas sejak revolusi industry, 150 tahun silam. Mereka mengemban tugas menurunkan emisi gas rumah kaca dan harus melaporkan emisi gasnya tiap tahun. Negara Annex I ini terdiri dari 38 negara industri maju di Eropa, Amerika Utara, Australia. Jepang merupakan satu-satunya Negara Asia yang masuk dalam kategori ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; line-height: 150%; margin: 0cm 0cm 0.0001pt 108pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;b.&lt;span style="font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Negara-negara non Annex I.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpLast" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; line-height: 150%; margin: 0cm 0cm 0.0001pt 72pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Adalah Negara berkembang. Mereka tidak mempunyai kewajiban menurunkan emisi gas rumah kaca, tapi dapat berpartisipasi melalui CDM.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; line-height: 150%; margin: 0cm 0cm 0.0001pt 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;3.&lt;span style="font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Negara-negara Annex I harus mengurangi emisi gas rumah kaca secara kolektif sebesar 5,2 % dibandingkan dengan laporan pada tahun 1990.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; line-height: 150%; margin: 0cm 0cm 0.0001pt 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;4.&lt;span style="font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Pengurangan emisi dari enam gas rumah kaca dihitung sebagai rata-rata selama masa lima tahun antara 2008 dan 2012. Target nasional berkisar dari pengurangan 8% untuk Uni Eropa, 7% untuk Amerika Serikat, 6% untuk Jepang, 0% untuk Rusia dan penambahan yang diijinkan sebesar 8% untuk Australia dan 10% untuk Islandia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; line-height: 150%; margin: 0cm 0cm 0.0001pt 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;5.&lt;span style="font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Batas pengurangan tersebut akan berakhir pada tahun 2013, dan akan dibuat target reduksi karbon yang baru. Jika pada tahun 2012 negara Annex I tidak mencapai target, selain tetap harus menutup kekurangannya, pasca 2012 negara tersebut harus membayar denda sebesar 30% dari berat karbon dalam Annex I.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; line-height: 150%; margin: 0cm 0cm 0.0001pt 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;6.&lt;span style="font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Protokol Kyoto memiliki mekanisme fleksibel yang memungkinkan Negara Annex I mencapai batas emisi gasnya dengan membeli “kredit pengurangan emisi” dari Negara lain. Pembelian dapat dilakukan dengan uang tunai atau berupa pendanaan untuk sebuah proyek penurunan emisi gas buang dari Negara non-Annex I melalui mekanisme CDM. Dapat juga melalui pengerjaan proyek di sesame Annex I melalui program &lt;i&gt;joint implementation&lt;/i&gt; (JI) atau membeli langsung dari Negara Annex I yang sudah berada di bawah target.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; line-height: 150%; margin: 0cm 0cm 0.0001pt 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;7.&lt;span style="font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Sebuah proyek baru dapat dijual dalam perdagangan emisi karbon apabila sudah mendapat persetujuan dari Dewan Eksekutif CDM yang berpusat di Bonn, Jerman. Hanya dewan eksekutif yang berhak mengeluarkan akreditasi &lt;i&gt;certified emission reductions &lt;/i&gt;(CERs) bagi sebuah proyek untuk dapat diperjualbelikan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; line-height: 150%; margin: 0cm 0cm 0.0001pt 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;8.&lt;span style="font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Negara non-Annex I yang tidak mempunyai kewajiban untuk menurunkan emisi gas buang, tapi jika mengimplementasikan proyek gas rumah kaca yang dapat menurunkan emisi, ia akan menerima kredit karbon yang dapat dijual pada Negara Annex I.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; line-height: 150%; margin: 0cm 0cm 0.0001pt 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; line-height: 150%; margin: 0cm 0cm 0.0001pt 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Sumber : &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: x-small; line-height: 150%;"&gt;&lt;a href="http://re9ardez.wordpress.com/2008/03/25/sejarah-terbentuknya-protokol-kyoto/"&gt;http://re9ardez.wordpress.com/2008/03/25/sejarah-terbentuknya-protokol-kyoto/&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: x-small; line-height: 150%;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Protokol_Montreal"&gt;http://id.wikipedia.org/wiki/Protokol_Montreal&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: #3d85c6; font-size: x-small;"&gt;&lt;a href="http://mordializm.blogspot.com/2009/11/protokol-kyoto-beri-peluang-proyek.html"&gt;http://mordializm.blogspot.com/2009/11/protokol-kyoto-beri-peluang-proyek.html&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7362366219408244219-6517720089688489363?l=www.bimashena.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.bimashena.co.cc/2010/08/tentang-pemansan-global.html</link><author>noreply@blogger.com (Aeng sanusi anwar)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-7362366219408244219.post-692372727024117894</guid><pubDate>Tue, 17 Aug 2010 18:55:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-08-21T10:30:21.404-07:00</atom:updated><title>CATATAN PERJALANAN 4 X 24 JAM</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;Catatan adalah pendokumentasian informasi dengan harapan kedepannya informasi itu dapat bermanfaat.&amp;nbsp; Perjalanan adalah perubahan dari satu titik ke titik yang lain (Misal titik waktu)dengan tujuan yang telah ditentukan. 4X24 Jam adalah rumus waktu, ada sesuatu yang luar biasa dari waktu, kenapa??? masih misteri.&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;Perjalanan ini dimulai dari Kota tempat tinggalku saat ini, kota Bandung. Kami berempat (Saya, Doewi Grandong, M. Saputra, Hari) menyusun rencana perjalanan ke arah timur pulau jawa. Tujuan akhir perjalanan kami adalah Kabupaten Jember - Jawa Timur.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;Kenapa Jember???&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;Karena di Kab. Jember kabarnya akan digelar event spektakuler berupa pagelaran fashion yang berskala International (Dapat dilihat &lt;a href="http://www.jemberfashioncarnaval.com/"&gt;disini&lt;/a&gt;). Kegiatan ini rutin digelar di Kabupaten Jember. Tahun ini adalah tahun yang ke-9 kab. jember menggelar event Jember Fashion Carnaval atau biasa disebut "JFC".&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;JFC tahun ini adalah JFC-9 dengan tema warna-warni kekayaan dunia akan digelar hari Sabtu, 8 Agustus 2010. Dari event tersebut kab. Jember berhasil mengangkat citranya tidak hanya dialam sekala nasional tetapi juga dalam kancah international. Beberapa penghargaanpun di dapat oleh Panitianya.&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;Langsung saja pada intinya saja OK. Catatan ini mudah-mudahan dapat bermanfaat :&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;1. Kamis Malam (5 Agustus 2010)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;Rancangan perjalanan sudah disusun dengan rapih. Kami berencana memulai perjalanan besok pagi jam 05.00Wib dengan menggunakan kreta Ekonomi dari station Kiaracondong (Kircon).&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;jam 23.00Wib Kami bergegas pulang kerumah masing-masing untuk Packing perbekalan dan istirahat karena perjalanan menggunakan kreta ekonomi butuh tenaga dan kesabaran yang ekstra.&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;2. Jum'at Pagi (6 Agustus 2010)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;Karena keterlambatanku dan kawanku si Om Hari akhirnya kami ketinggalan jadwal kreta. Kreta sudah berangkat saya baru datang ke station kircon, sementara M. Saputra sudah membelikan tiket kreta. Kamipun harus memutar otak, mencari informasi kembali tentang jadwal keberangkatan kreta ke arah timur. resiko Backpacker sudah mulai terasa..hahaha.&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;Setelah pembahasan yg cukup panjang akhirnya kami putuskan untuk menunda keberangkatan sampai jam 13.00 dengan menggunakan kreta ekonomi kembali tujuan Kediri (Kami harus turun di Kertosono). Saya dengan M. Saputra bergegas ketempat Si "Kim" untuk ikut rehat sejenak, kebetulan rumah si"Kim" berdekatan dengan St. Kircon.&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_1x5d93GRTiU/TGtTyUnKB-I/AAAAAAAAAE4/cZmaZZr_Flc/s1600/100_7730.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://4.bp.blogspot.com/_1x5d93GRTiU/TGtTyUnKB-I/AAAAAAAAAE4/cZmaZZr_Flc/s200/100_7730.JPG" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_1x5d93GRTiU/TGraod_G92I/AAAAAAAAAEw/KC9e3AuYTZQ/s320/100_7619.JPG" /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_1x5d93GRTiU/THAIvdinEeI/AAAAAAAAAFI/NE01A9wUP64/s1600/100_7941.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_1x5d93GRTiU/THAIvdinEeI/AAAAAAAAAFI/NE01A9wUP64/s320/100_7941.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7362366219408244219-692372727024117894?l=www.bimashena.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.bimashena.co.cc/2010/08/blog-post.html</link><author>noreply@blogger.com (Aeng sanusi anwar)</author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_1x5d93GRTiU/TGtTyUnKB-I/AAAAAAAAAE4/cZmaZZr_Flc/s72-c/100_7730.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-7362366219408244219.post-2783015443392694369</guid><pubDate>Wed, 09 Jun 2010 19:30:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-08-26T02:09:41.208-07:00</atom:updated><title>Kapan sie Indonesia bisa Sejahtera...</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menyikapi berbagai macam permasalahan di Indonesia sebagai sebuah Negara Kesatuan yang dalam pelaksanaan kenegaraannya&amp;nbsp; menjungjung tinggi kedaulatan rakyat (Demokrasi) perlu dilihat dari awal pembentukan sebuah negara. Untuk sedikit berbagi disini, saya akan coba paparkan kembali hasil diskusi beberapa waktu lalu&amp;nbsp; bersama Ir. Hendarmin (Seorang Pakar Ke-Tata Negaraan).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tujuan didirikannya sebuah negara tiada lain hanya untuk mengejar kesejahteraan. Namun dengan cara apakah kesejahteraan tsb bisa kita dapatkan..???&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jawaban dari pertanyaan diatas adalah " Kesejahteraan sbh Negara hanya mungkin di dapat dengan sistem Demokrasi". itu jawaban saya, dan untuk sistem non-Demokrasi sebuah negara hanya akan sampai pada tingkat Kemakmuran bukan Kesejahteraan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam sistem Demokrasi dikenal 3 lembaga yang sering kita dengar "Trias Politika" dan sering kita dengar " Dari rakyat oleh rakyat dan untuk rakyat". Namun tanpa didukung dengan aturan-aturan yg jelas dan benar demokrasi juga tidak akan dapat mengantarkan sebuah negara pada tingkat Sejahtera. Aturan-aturan untuk menjalankan sebuah negara itu ditulis dalam sebuah konstitusi.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pertanyaannya Apakah Konstitusi Indonesia saat ini sudah dapat mengantarkan kepada kesejahteraan...???&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7362366219408244219-2783015443392694369?l=www.bimashena.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.bimashena.co.cc/2010/06/kapan-sie-indonesia-bisa-sejahtera.html</link><author>noreply@blogger.com (Aeng sanusi anwar)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-7362366219408244219.post-8161141769416682778</guid><pubDate>Mon, 08 Mar 2010 16:39:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-08-26T02:10:32.405-07:00</atom:updated><title>Dreams…</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face  {font-family:"Cambria Math";  panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4;  mso-font-charset:1;  mso-generic-font-family:roman;  mso-font-format:other;  mso-font-pitch:variable;  mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;} @font-face  {font-family:Calibri;  panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4;  mso-font-charset:0;  mso-generic-font-family:swiss;  mso-font-pitch:variable;  mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal  {mso-style-unhide:no;  mso-style-qformat:yes;  mso-style-parent:"";  margin-top:0cm;  margin-right:0cm;  margin-bottom:10.0pt;  margin-left:0cm;  line-height:115%;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:11.0pt;  font-family:"Calibri","sans-serif";  mso-ascii-font-family:Calibri;  mso-ascii-theme-font:minor-latin;  mso-fareast-font-family:Calibri;  mso-fareast-theme-font:minor-latin;  mso-hansi-font-family:Calibri;  mso-hansi-theme-font:minor-latin;  mso-bidi-font-family:"Times New Roman";  mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} .MsoChpDefault  {mso-style-type:export-only;  mso-default-props:yes;  mso-ascii-font-family:Calibri;  mso-ascii-theme-font:minor-latin;  mso-fareast-font-family:Calibri;  mso-fareast-theme-font:minor-latin;  mso-hansi-font-family:Calibri;  mso-hansi-theme-font:minor-latin;  mso-bidi-font-family:"Times New Roman";  mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} .MsoPapDefault  {mso-style-type:export-only;  margin-bottom:10.0pt;  line-height:115%;} @page Section1  {size:612.0pt 792.0pt;  margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt;  mso-header-margin:35.4pt;  mso-footer-margin:35.4pt;  mso-paper-source:0;} div.Section1  {page:Section1;} --&gt;  &lt;/style&gt;    &lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;Seseorang harus mempunyai I M P I A N didalam kehidupan ini...&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;Mengapa...???&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;Karena dengan impian itulah seseorang akan berjuang untuk hidup. Kehidupan tanpa impian berarti bukan kehidupan karna tidak akan ada perjuangan. Ada satu kisah menarik yang saya dapat dari kawan, mungkin dapat bermanfaat jika saya bagi disini.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;Seorang anak bertanya pada ayahnya tenang arti impian &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;“ Papah, Impian itu seperti apa…?”&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;Ayah si anak itu tidak menjawabnya, kemudian si anak di bawa ke dalam kamar mandi, dimasukannya kepala si anak kedalam bak madi yang penuh dengan air, si anak meronta-ronta karna tidak dapat bernafas, ia terus berjuang menaikan kepalanya untuk dapat bernapas. Tetapi tangan si ayah yang kuat terus menekan kepala anaknya. Kemudian tidak beberapa lama Si ayah melepaskan tangannya dari kepala si anak. Anak itu kebingungan.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;“Pah, kenapa saya diperlakukan seperti ini..?”&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;Si ayah menjawab dengan penuh kewibawaannya, &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;“Nak, itulah arti dari yang kau tanyakan tadi. Seperti itulah impian adanya. Ketika kau punya impian, maka kau akan berjuang untuk mendapatkan impian itu.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;Begiitulah Impian, menurut ayah dari si anak tadi. Pepatah mengatakan kehidupan ada karena adanya harapan, pertanyaannya apakah harapan itu samadengan impian..??? [aas]&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7362366219408244219-8161141769416682778?l=www.bimashena.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.bimashena.co.cc/2010/03/dreams.html</link><author>noreply@blogger.com (Aeng sanusi anwar)</author><thr:total>0</thr:total></item></channel></rss>
